Menu

Mode Gelap

Warta · 4 Agu 2023 16:01 WIB

Polresta Tanjungpinang Tangkap Sindikat TPPO Bisnis Judi Online di Kamboja


					Konferensi pers pengungkapan sindikat TPPO bisnis judi online di Kamboja. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Konferensi pers pengungkapan sindikat TPPO bisnis judi online di Kamboja. Foto: Ismail/kepripedia.com

Polresta Tanjungpinang mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk dijadikan staf perjudian di Kamboja.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang terduga pelaku, yakni wanita berinisial WTU (19) warga Kampung Bugis, dan GJ (21) seorang pria warga Sei Jang.

ADVERTISEMENT

Serta, 3 korban yang akan diberangkatkan ke Kamboja. Yakni, perempuan berinisial APC (18) warga Jalan Harmoko Kota Piring, pria AF (21) warga Jalan Brigjend Katamso Gang Meranti dan pria berinisial DCS (19) warga Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Tanjungpinang Barat.

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Haribertis Ompusunggu, menjelaskan pengungkapan kasus TPPO berawal dari ditangkapnya kelima terduga pelaku dan korban saat hendak melintas di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Minggu (31/7) lalu.

Kala itu, pihak Imigrasi Tanjungpinang mencurigai adanya ketidakberesan saat memeriksa kelima orang tersebut yang hendak berangkat menuju Malaysia.

Kemudian, Imigrasi Tanjungpinang melakukan reschedule dan berkoordinasi dengan Polrestra Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan intensif terhadap calon penumpang tersebut.

“Dari kelima orang didapatkan fakta dua pelaku berkomunikasi dengan otak pelaku yang berada di Kamboja,” ujarnya, Jumat (4/8).

Menurutnya, kedua terduga pelaku berperan mengurus tiket keberangkatan serta menyiapkan mata uang asing untuk keberangkatan korban. Dimana, dua pelaku dan tiga korban dibiayai oleh tersangka lain yang berada di Kamboja sebesar Rp 28 Juta.

Uang tersebut digunakan untuk membeli 5 unit handphone Rp11 Juta, tiket keberangkatan Rp4 Juta, tukar mata uang asing Rp11 Juta dan keuntungan pribadi Rp2 Juta.

ADVERTISEMENT

“Ketiga korban dijanjikan kerja sebagai staf admin dengan mendapatkan bonus Rp7 Juta dan bonus bekerja di 6 bulan kedepan mendapatkan uang sebesar Rp39 juta,” katanya.

Kapolresta menjelaskan, 3 PMI yang diberangkatkan itu rencananya akan dipekerjakan sebagai admin judi daring (online) di negara Kamboja.

Dalam kasus tersebut polisi juga mengamankan barang bukti berupa 10 unit handphone, 5 buah paspor tersangka dan tiga korban, uang tunai Rp1,45 Juta, uang tunai 500 US Dolar dan uang tunai 3.300 Ringgit.

ADVERTISEMENT

Atas perbuatannya dua pelaku disangkakan dengan Pasal 10 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO, Pasal 81 Jo 69 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Kerja Migran Indonesia dan Pasal 83 Jo Pasal Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Kerja Migran Indonesia, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp600 Juta.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

SAR Natuna Tutup Siaga Khusus Idul Fitri 1445 H: Semua Lancar dan Aman

19 April 2024 - 16:50 WIB

IMG 20240419 WA0005 11zon

Tahun 2024, Pemda Bintan Targetkan Cover BPJS Ketenagakerjaan Gratis Bagi 3.000 Pekerja Rentan

19 April 2024 - 14:47 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan

Wanita 55 Tahun Asal Rengat Terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh, Begini Kisahnya

18 April 2024 - 14:49 WIB

Polisi menemui Yuliati yang terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh

Tarif Kapal Roro Rute Karimun – Sei Pakning untuk Penumpang dan Kendaraan

18 April 2024 - 09:32 WIB

IMG 20240418 WA0001

Arus Balik Mudik, Penumpang Padati Pelabuhan Roro Parit Rempak Karimun

18 April 2024 - 09:25 WIB

IMG 20240418 WA0006 11zon

Kapal MV Layar Anggun 8 Terbakar di Perairan Berakit

17 April 2024 - 19:06 WIB

IMG 20240417 WA0007 11zon
Trending di Warta