Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 14 Feb 2022 07:29 WIB ·

Uang Rp 1,7 M Dikembalikan, Penyelidikan Dugaan Korupsi Pembelian Lahan BUMD Bintan Dihentikan


 Pengembalian uang pembelian lahan BUMD Bintan. Foto: Istimewa Perbesar

Pengembalian uang pembelian lahan BUMD Bintan. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menghentikan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pembelian lahan oleh BUMD, PT Bintan Inti Sukses (BIS).

Hal tersebut dikarenakan pihak BUMD secara reemi membatalkan pembelian lahan seluas 13.508 meter di kawasan Nusantara Km 20, Kelurahan Seilekop. Sehingga total Rp 1,756 miliar yang digunakan untuk membeli aset tanah tersebut dikembalikan.

Kajari Bintan, I Wayan Riana, mengaraka pihaknya telaha menerima uang tunai sebesar Rp 1,756 miliar dari Direktur PT BIS, Susilawati.

Kemudian pihaknya langsung memanggil dan menyerahkan uang tersebut ke Komisaris PT BIS untuk disetorkan ke rekening perusda.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Perkara ini juga masih lidik, selain itu kalau di lanjutkan gak bisa juga karena pembelian kan di batalin dan uangnya juga sudah dikembalikan,” ujarnya.

Sementara itu, Komisaris PT BIS, Hafizar, mengaku uang pembelian aset lahan itu sudah dikembalikan ke kas perusda. Pengembalian uang dilakukan karena adanya kesalahan prosedural yang dilakukan oleh Direktur PT BIS, Susilawati.

ADVERTISEMENT

Dikarenakan adanya proses kesalahan prosedural tersebut maka pembeliannya batal. Sebab mekanisme perusda dapat mengambil tindakan apabila disetujui dalam RUPS.

“Jadi Buk Susi sudah bertransaksi sebelum RUPS disetujui. Maka ini dianggap tidak sesuai aturan, sehingga proses pembeliannya harus dibatalkan dan uangnya dikembalikan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Kejari Bintan sudah melakukan penyelidikan kasus dugaan mark up anggaran terkait pembelian lahan tersebut pada November 2021.

ADVERTISEMENT

Dalam kasus itu, pihak kejaksaan mendapati adanya indikasi markup pembayaran lahan seluas 13.508 meter persegi yang dilakukan PT BIS kepada Anggota DPRD Bintan.

Lalu dilakukan penyelidikan dan didapati perkembangan bahwa. PT BIS membeli lahan milik anggota dewan sebesar Rp 1,756.040.000. Pembayarannya dilakukan selama 3 bulan dimulai dari November 2020 dan lunas pada Januari 2021.

Setelah kedua belah pihak melakukan pembayaran dengan lunas baru melibatkan tim apresial. Namun seiring penyelidikan, PT BIS menyatakan tidak jadi membeli lahan itu dan akan kembalikan uangnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 91 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Penyalur Perdagangan Orang ke Malaysia merupakan Mantan PMI

27 September 2022 - 05:14 WIB

Pencuri Kabel Listrik di Batam Terekam CCTV

27 September 2022 - 05:06 WIB

Rebutan Ke Kamar Mandi Zulkifli Aniaya Kekasih Sendiri

25 September 2022 - 08:56 WIB

Eks Walpri Gubernur Kepri Merasa Jadi Kambing Hitam di Kasusnya

25 September 2022 - 08:47 WIB

Bea Cukai Ungkap Kapal yang Mampu Angkut 6 Kontainer Rokok Ilegal

24 September 2022 - 07:51 WIB

Tindak Pidana Pencucian Uang dari Hasil Rokok Ilegal Capai Trilunan

24 September 2022 - 07:41 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement