Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menekankan perlunya membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini disampaikannya saat membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Batam di Auditorium Gedung Utama kampus setempat, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Amsakar memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar serius menjalani pendidikan tinggi dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi adalah tempat untuk mengasah wawasan, logika, dan kemampuan analisis.
“Perguruan tinggi dapat dimaknai sebagai kawah candradimuka untuk menggembleng dan mengembangkan cakrawala berpikir. Belajarlah dengan baik, jadilah generasi yang membanggakan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi Politeknik Negeri Batam, Kota Batam, dan Indonesia,” ujar Amsakar.
Ia juga menyoroti bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), robotika, dan pergeseran ekonomi digital menuntut mahasiswa untuk terus belajar dan beradaptasi.
Amsakar mengapresiasi Politeknik Negeri Batam yang dinilai konsisten mencetak lulusan sesuai kebutuhan industri, seperti di bidang maintenance, repair, and overhaul (MRO) di Bandara Hang Nadim, ekosistem digital di Nongsa Digital Park, hingga sektor galangan kapal di Tanjung Uncang dan Sagulung.
“Anak-anak Batam harus menjadi tuan di negeri sendiri dan mampu bersaing di tingkat internasional. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi salah satu pilar utama pembangunan Kota Batam,” tegasnya.
Amsakar juga memaparkan sejumlah program Pemko Batam di bidang pendidikan, seperti beasiswa strategis melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Politeknik Negeri Batam dan ITS Surabaya. Selain itu, program seragam sekolah gratis, perluasan jaminan kesehatan, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan kelompok masyarakat seperti pengemudi ojek, penambang pancung, ketua RT/RW, guru TPQ, imam masjid, dan pendeta juga terus berjalan.
Di bidang kesejahteraan sosial, Pemko Batam menambah kuota dan menaikkan nominal insentif bagi lansia menjadi Rp400.000 per orang.
Menutup arahannya, Amsakar mengimbau mahasiswa baru menjadikan PKKMB sebagai ajang adaptasi dengan dunia kampus. Ia mendorong mereka meninggalkan pola belajar hafalan dan mulai membangun kemampuan berpikir kritis serta analitis. Kepada mahasiswa senior, ia mengingatkan agar menghindari tradisi perpeloncoan dan menggantinya dengan kegiatan yang membangun karakter serta hubungan harmonis.
“Sejarah hanya mencatat hal-hal yang luar biasa. Belajarlah dengan serius, raih prestasi akademis terbaik, dan jadilah pribadi yang dicari oleh dunia industri,” tutupnya.