Wamen LH Hadiri Sidang Lingkungan Tahunan PBB UNEA-7, Berikut Hasilnya

Nairobi – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mewakili Indonesia dalam Sidang Badan Lingkungan Hidup PBB (UNEP), United Nations Environmental Assembly ke-7 (UNEA-7) di Nairobi, Kenya yang berhasil mencapai sejumlah resolusi internasional.

UNEA-7 merupakan Sidang Badan Lingkungan PBB yang dihadiri oleh 193 negara anggota untuk membahas dan menentukan kebijakan lingkungan global. Pertemuan rutin ini diadakan setiap 2 tahun sekali di Kantor Pusat UNEP di Nairobi. Pada gelaran sidang ke-7 ini, UNEA mengusung tema “Advancing Sustainable Solutions For a Resilient Planet.”

ADVERTISEMENT

Di sela rangkaian kegiatan UNEA-7 ini, Diaz juga menghadiri sejumlah kegiatan lainnya dalam isu lingkungan. Indonesia menyelenggarakan side event berjudul “Community-Based Freshwater and Peatland Conservation for a Resilient Planet” yang mengundang sejumlah pembicara dari KLH Jepang, UNEP, UNESCO, IFAD, dan Conventions on Wetlands. Melalui pertemuan ini, Diaz mendorong kolaborasi internasional dalam meningkatkan upaya konservasi danau dan lahan gambut dunia.

Selain itu, Diaz juga menghadiri pertemuan tahunan Climate and Clean Air Ministerial yang diselenggarakan oleh Climate and Clean Air Coalition (CCAC) pada Selasa (9/12). Indonesia terpilih menjadi salah satu negara pertama yang akan mendapatkan pendanaan sebesar US$ 5 juta melalui program CCAC yaitu Super Pollutant Country Action Accelerator Program yang akan digunakan untuk memperkuat program nasional dalam pengurangan emisi metana dari sektor sampah. Selain itu, terdapat potensi bantuan internasional lainnya diantaranya dari Jerman dengan nilai hingga €20 juta

Dalam pertemuan bilateral, berbagai negara sahabat seperti Belanda, Norwegia, Prancis, Arab Saudi dan Chile mendorong Indonesia untuk berperan sebagai bridge builder dalam Intergovernmental Negotiating Committee (INC) Global Plastic Treaty yang akan berlangsung tahun depan.

Selain terkait perjanjian perjanjian plastik, beberapa negara sahabat juga menawarkan peningkatan kerjasama dengan Indonesia. Duta Besar Prancis untuk Lingkungan Hidup Barbara Pompili yang bertemu Diaz menawarkan peningkatan kerja sama dalam bidang pencegahan deforestasi dan pemulihan hutan hujan tropis. Sedangkan, Arab Saudi menawarkan peningkatan kerja sama di bidang perlindungan pesisir, ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati.

Rangkaian kegiatan sidang UNEA-7 ini dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan para menteri di bidang lingkungan dari 193 negara anggota PBB.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement