Menu

Mode Gelap

Warta · 11 Jan 2023 12:39 WIB

Warga Sesalkan Jalan Baru di Dapur 12 Batam yang Picu Banjir


					Saluran drainase yang menyebabkan banjir di jalan baru Kaveling Bukit Melati, Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Saluran drainase yang menyebabkan banjir di jalan baru Kaveling Bukit Melati, Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Warga Batam menyoroti pembangunan jalan baru dari Kaveling Bukit Melati menuju ke kawasan galangan kapal di Kelurahan Sei Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Batam.

Pasalnya jalan yang telah rampung dikerjakan oleh CV Hepnata Chrisamindo dengan konsultan pengawas PT Wadah Cipta Teknik, menggunakan anggaran dari APBD Kota Batam tahun 2022 tersebut, justru menimbulkan banjir ke pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

Hal tersebut dikarenekan perencanaan pembangunan gorong-gorong yang belum tuntas dikerjakan, menjadi pemicu banjir jika hujan deras.

Menurut Ketua RW06 Sei Pelenggut, Desmar Sihite, permasalahan ini sudah dikeluhkan ke pihak kontraktor dan juga konsultan yang mengawasi proyek jalan tersebut.

“Saya sempat marah juga kepada konsultan dan menanyakan perencanaan pembangunan jalan khususnya saluran drainase tersebut,” ujarnya kepada wartawan.

Desman menjelaskan, selama ini sebelum jalan tersebut dibangun, pemukiman di lokasi yang bersebelahan dengan jalan memang sudah langganan banjir.

Namun mirisnya lagi menurutnya, saluran drainase yang dibangun bersamaan dengan pembangunan jalan tersebut dialirkan ke komplek pemukiman.

“Jadi dulu kita membuat saluran sementara membuang air ke rawa yang ada di dekat laut,” kata Desmar.

Namun setelah jalan baru rampung saluran drainase tidak menampung air sehingga jika hujan turun menyebabkan banjir.

ADVERTISEMENT

“Semakin lama hujannya, semakin dalam banjir di pemukiman,” kata Desmar.

“Jadi ini jalan tidak pernah diajukan baik dari RT/RW dan kelurahan namun bisa di bangun di sepanjang ini,” tambah dia.

Sementara Freddy Simanjuntak, kontraktor pengerjaan jalan tersebut mengatakan, pembangunan gorong-gorong sepanjang jalan tersebut sudah sesuai dengan gambar proyek.

ADVERTISEMENT

“Sudah sesuai dengan gambar yang diberikan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam,” ujarnya saat ditemui kepripedia.

“Itupun airnya bukan dibuang ke pemukiman, tetapi ke lahan kosong,” imbuh dia.

Ia menyebutkan, sesuai dengan gambar, di lokasi gorong-gorong akan dibangun Bak Control. Namun karena terbatasnya waktu pengerjaan, pihaknya mengembalikan uang ke pemberi pekerja.

ADVERTISEMENT

“Anggaran proyek itu sebesar Rp 5,065 miliar. Jadi yang kita gunakan sebesar Rp 4,89 miliar. Kita mengembalikan dana kurang lebih Rp 130 juta,” kata Freddy.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan.

“Nanti kita cek terlebih dahulu,” singkat dia kepada wartawan.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Hari Jadi Karimun Resmi Ditetapkan Tanggal 1 Mei: Berusia 197 Tahun

25 Juni 2024 - 16:30 WIB

IMG 20240625 WA0021 11zon

Gubernur Ansar Minta Disnaker Kepri Rampungkan Progres BLK di Karimun

24 Juni 2024 - 17:01 WIB

IMG 20240624 WA0011 11zon

Kunker ke Karimun, Kajati Kepri Evaluasi Kinerja Jajaran Jelang Pilkada 2024

24 Juni 2024 - 16:32 WIB

IMG 20240624 WA0010 11zon

Bupati Roby Sampaikan Pandangan Penting dalam Pembahasan 26 RUU Kabupaten/Kota di DPR RI

24 Juni 2024 - 15:39 WIB

IMG 20240624 WA0007

PT Soma Daya Utama Jawab Polemik Soal Distribusi ke SPBE Karimun

23 Juni 2024 - 13:03 WIB

IMG 20240623 WA0019 11zon 1

Jemaah Haji Asal Bintan Tiba di Tanah Air

23 Juni 2024 - 12:29 WIB

IMG 20240623 WA0015 11zon
Trending di Warta