Karimun – Komitmen Perumda Tirta Mulia Karimun dalam menjaga kualitas pelayanan dan menekan angka kebocoran air (kehilangan air) kembali dibuktikan lewat aksi nyata di lapangan.
Menanggapi laporan masyarakat terkait kebocoran pipa di Jalan Paya Rengas, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, tim teknis Perumda Tirta Mulia langsung bergerak cepat melakukan penanganan pada malam hari.
Laporan kebocoran tersebut pertama kali pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.
Tidak butuh waktu lama, Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Feri Kurniawan, langsung menginstruksikan tim reaksi cepat untuk meluncur ke lokasi guna melakukan pengecekan dan persiapan perbaikan.
Baca Juga
“Gerak cepat ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan performa pelayanan kepada masyarakat. Ini juga merupakan amanah langsung dari Bupati Karimun agar Perumda Tirta Mulia terus meningkatkan kinerja perusahaan demi pemenuhan kebutuhan air bersih warga,” ujar Feri Kurniawan, Senin, 29 Juni 2026.
Proses perbaikan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berukuran 14 inci ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin hingga Selasa, 29–30 Juni 2026.
Karena kompleksitas kerusakan pada pipa utama tersebut, proses perbaikan akan berdampak pada penghentian sementara distribusi air bersih ke sejumlah wilayah. Estimasi waktu pengerjaan dan normalisasi aliran air diperkirakan memakan waktu sekitar 2×24 jam.
Pihak manajemen Perumda Tirta Mulia Karimun mengimbau dengan sangat agar para pelanggan yang berada di wilayah terdampak dapat segera menampung air bersih secukupnya sebelum aliran dihentikan total selama proses perbaikan berlangsung.
Untuk mempermudah pelanggan melakukan antisipasi, berikut adalah wilayah yang mengalami penghentian distribusi air sementara:
• Perumahan Naga Mas (Sei Bati)
• Sungai Raya
• Parit Benut
• Paya Rengas
• Gang Ivora Jaya
• Perumahan Citra Permata
• Perumahan Orchid Sedayu
• Kampung Jawa
• Perumahan Utopia
Manajemen Perumda Tirta Mulia Karimun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari proses perbaikan ini. Upaya perbaikan intensif terus digesa agar distribusi air bersih dapat kembali normal lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.
