Menu

Mode Gelap

Warta · 13 Des 2021 17:50 WIB ·

Ada 197 Kasus Kekerasan Anak di Kepri Sepanjang 2021


 Ilustrasi kekerasan anak. Foto: Shutterstock
Perbesar

Ilustrasi kekerasan anak. Foto: Shutterstock

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepri mencatat hingga 8 Desember 2021 sebanyak 197 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Provinsi Kepri.

Kepala DP3AP2KB Kepri, Misni, menyampaikan catatan tersebut menunjukkan kasus kekerasan terhadap anak masih marak terjadi di Kepri.

“Ini menunjukan bahwa Kepri tidak bebas dari pada kasus kekerasan terhadap anak yang terbagi 286 korban dengan ada 256 korban anak yang terbagi 286 korban dengan ada 256 korban anak,” ungkapnya dalam kegiatan Penguatan Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Kabupaten Bintan di Kantor Camat Bintan Timur, Bintan, Senin (13/12).

Ia mengatakan, kasus yang terjadi terhadap anak sudah dapat dikategorikan sebagai kejahatan extra ordinary. Karena, anak-anak berhak untuk mendapatkan tumbuh, hidup sehat, berkembang, beradaptasi, bebas dari kejahatan dan diskriminasi. Karena anak merupakan generasi penerus bangsa dan amanah dari Allah SWT.

ADVERTISEMENT

“Anak-anak merupakan estafet penerus kita yang berusia sampai 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Maka hari ini tugas kita bersama dalam melindungi, mendidik dan memberikan hak-hak mereka sepenuhnya,” harap Misni.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, mengajak seluruh keluarga senantiasa mengayomi dan memberikan perlindungan terhadap anak.

Sehingga, anak-anak dapat tumbuh menjadi orang yang berkualitas, punya akhlak yang mulia, anak-anak yang cerdas dan dapat tumbuh kembang usia sesuai kebutuhannya.

“Saya bersyukur, yakin dan percaya karena keluarga dapat memberikan pengayoman dan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Karena anak-anak adalah aset kita, generasi penerus kita dan yang akan memimpin kita,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Ia melanjutkan, belakang marak terjadi kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur. Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan, karena sangat menanggung tumbuh kembang anak.

Seperti, yang saat ini sedang ramai tentang kasus seorang pemimpin yayasan pesantren yang melakukan kejahatan pelecehan terhadap anak 21 anak perempuan.

“Alangkah mirisnya 9 orang telah melahirkan dan 1 orang sudah 2 kali melahirkan anak yang sedang viral. Apalagi terhadap anak perempuan di Kepri, khusus di Tambelan (Bintan) dimana anak perempuan disabilitas yang diperkosa dan hamil,” terang Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS).

Oleh karena itu, Wakil Ketua I DPRD Kepri ini mengajak seluruh pihak untuk memberikan kontribusi dalam penyelesaian kekerasan perempuan dan anak yang sangat tinggi.

“Maka saya mengajak kita semua untuk dapat menyamakan persepsi kita dalam memberikan perlindungan kepada kaum perempuan, anak perempuan dan anak-anak,” tutupnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 15 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Kepri Masih Aman dari COVID-19 Varian Omicron

18 Januari 2022 - 21:17 WIB

Gelar Paripurna, DPRD Lingga Sampaikan Pertimbangan Persetujuan Ranperda P3KP

18 Januari 2022 - 20:50 WIB

Jembatan Amblas Menuju Perumnas Dekat Kantor Lurah Sagulung Bakal Diperbaiki

18 Januari 2022 - 19:39 WIB

Solar dan Pertalite di Karimun Langka, Ini Penyebabnya

18 Januari 2022 - 14:43 WIB

Penjelasan Puskesmas Batu Aji soal Penolakan Urus Surat Kesehatan karena Tidak Gunakan Kemeja

18 Januari 2022 - 12:13 WIB

Menanti Sekdaprov Kepri Definitif, Ansar: Proses Finalisasi di Depdagri

17 Januari 2022 - 22:30 WIB

Trending di Warta