Menu

Mode Gelap

Kiriman Pembaca · 5 Feb 2022 14:18 WIB ·

Amanah, Mufakat dan Transformatif: Alu-aluan Ketua Umum LAM Kota Tanjungpinang

Tulisan ini tidak mewakili redaksi kepripedia. Seluruh properti dan isi merupakan tanggungjawab penulis


 Ketua LAM Tanjungpinang Juramadi Esram. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Ketua LAM Tanjungpinang Juramadi Esram. Foto: Ist/kepripedia.com


Ditulis oleh Rendra Setyadiharja., S.Sos., M.IP

Ketua Bidang Penelitian, Pengkajian, Penulisan Adat Budaya Melayu LAM KEPRI Kota Tanjungpinang


ADVERTISEMENT
advertisement

Apa tanda budaya Melayu
Kepada Islam ia mengacu

Apa tanda Melayu berbahasa
Kepada Islam ia berpunca

Tegak Melayu karena budayanya
Tegak budayanya karena agamanya

Di mana tempat Melayu tegak
Pada sunnah beserta syarak

Di mana tempat Melayu diam
Pada adat bertiangkan Islam

(Tenas Effendy dalam buku Pantun Nasehat, 2005)

Tepatnya tanggal 4 Februari 2022 sannah miladiyah yang juga bertepatan dengan 3 Rajab 1443 sannah hijriah yang juga jatuh pada hari Jum’at, adalah hari awal bagi seluruh pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang mengemban amanah baru sebagai penjaga tradisi, penjaga peradaban dan marwah Melayu di Kota Tanjungpinang. Karena pada hari ini adalah hari bersejarah dimana dikukuhkannya Pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang masa khidmat 2022-2027 di Gedung Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang.

Sebuah petuah bernas yang juga disampaikan dalam sebuah Alu-Aluan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang Dato’ Dr. Drs. H.M Juramadi Esram, SH., MT., MH. Secara garis besar alu-aluan ini dapat juga dikatakan sebagai sebuah petuah yang boleh diambil ikhtibar untuk para pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang yang berbicara pada tiga hal yaitu amanah, mufakat dan transformatif.

Sebagai insan yang memegang amanah adat istiadat dan tradisi, tentunya bukan hal yang mudah, karena apapun yang dihasilkan oleh Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang akan menjadi warisan (legacy) yang akan diteruskan selama zaman berzaman yang takkan lekang di waktu dan tak akan lapuk di hujan. Warisan ini tentulah merupakan hal-hal yang bersifat adat istiadat dan tradisi yang tentunya akan semakin memperkuat akar kebudayaan Melayu di Kota Tanjungpinang dan juga di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang yang memegah amanah sebagai insan yang menjaga adat istiadat dan tradisi tersebut, haruslah dipegang dengan penuh komitmen dan konsisten. Karena amanah adalah sebuah tanggungjawab yang wajib dijalankan.

ADVERTISEMENT
advertisement

Sebagaimana dikatakan dalam sebuah tunjuk ajar Melayu yang ditulis oleh Tenas Effendy yang dikutip oleh Hasbi dan Arifin (2020) pada buku berjudul “39 Hadis Tunjuk Ajar Melayu,” yang berbunyi,

Apa tanda Melayu jati
Bertanggung jawab sampai mati

Apa tanda Melayu jati
Terhadap tanggung jawab tiada hari

Apa tanda Melayu jati
Bertanggung jawab sepenuh hati

Apa tanda Melayu jati
Bertanggung jawab ke tengah-ke tepi

Apa tanda Melayu jati
Bertanggung jawab pakaian diri

Dengan demikian, sebagai insan yang diamanahkan menjadi pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang yang akan melaksanakan tugas dalam periode 2022 hingga 2027, maka tak dapat melepaskan diri dari sebuah tanggung jawab besar dipundaknya untuk terus tunak dalam menjaga, melestarikan, merawat, dan mengembangkan adat istiadat serta tradisi Melayu di Kota Tanjungpinang serta dimanapun berada.

ADVERTISEMENT

Siapa lari dari tanggung jawab
Hatinya berbulu pikiran gelap

Siapa suka berlepas tangan
Alamat hidup takkan berkawan

Kalau hendak tahu orang beradab
Hidup matinya bertanggung jawab
Memikul beban tahan mengidap
Memenuhi tugas tahan merayap
Dalam bekerja hatinya tetap
Dalam bergaul memegang cakap

(Tenas Effendy yang dikutip oleh Hasbi dan Arifin (2020) pada buku berjudul “39 Hadis Tunjuk Ajar Melayu)

Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau adalah sebagai sebuah lembaga yang pada hakikatnya merupakan payung adat istiadat dan menjadi pengayom seluruh komunitas dan entitas masyarakat di Kota Tanjungpinang memiliki beberapa tujuan yang sangat luhur. Tujuan inilah yang harus dapat dicapai dengan cara yang beradat dan beradab. Tujuan itu antara lain menggali, memelihara, membina dan mengembangkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu Kepri sebagai usaha memperkaya dan memperkokoh jati diri masyarakat Melayu dan merupakan bagian khazanah kebudayan nasional, Mewujudkan masyarakat adat dan budaya Melayu Kepulauan Riau yang maju dan sejahtera, dan membela hak-hak masyarakat adat untuk kepentingan kesejahteraan lahiriah dan bathiniah masyarakat Melayu Provinsi Kepulauan Riau.

Oleh karena itu, tentuya Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang tak dapat bekerja secara sepihak untuk mencapai tujuan luhur tersebut. Diperlukan sebuah sinergitas atau collaborative cultural governance atau tatakelola kebudayaan secara kolaborasi antar berbagai pihak. Baik itu pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Tanjungpinang serta semua elemen masyarakat. Agar tujuan luhur Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang dapat tercapai dan terrealiasi dengan maksimal.

Kebersamaan menjaga adat istiadat dan tradisi ini merupakan sebuah sikap kesetiakawanan sosial yang harus dipupuk dan dibentuk dalam bentuk kolaborasi-kolaborasi antar berbagai pihak yang tujuannya adalah memajukan adat istiadat dan tradisi Melayu di Kota Tanjungpinang. Tunjuk ajar Melayu menyampaikan sebuah petuah:

ADVERTISEMENT

Apa tanda Melayu berbangsa
Hidupnya rukun sepanjang masa

Apa tanda Melayu berbudi
Maafnya kekal sampai ke mati
Pemurahnya tidak berbelah bagi

Apa tanda Melayu pilihan
Hidup mau bermaaf-maafan
Hati pemurah dalam berkawan
Dendam dan loba ia jauhkan

Apa tanda Melayu berakhlak
Memberi maaf pantang mengelak
Hati pemurah budinya banyak

(Tenas Effendy yang dikutip oleh Hasbi dan Arifin (2020) pada buku berjudul “39 Hadis Tunjuk Ajar Melayu)

Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang, tentunya juga akan berusaha mendekatkan adat istiadat dan tradisi itu kepada masyarakat. Sehingga masyarakat secara luas juga akan mudah untuk memahami dan mempelajari adat istiadat dan tradisi yang notabenenya akan diwariskan kepada generasi-generasi seterusnya. Oleh karena itu, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang juga akan mendekatkan diri dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin berkembang.

Dengan pemanfaatan kemajuan zaman dan teknologi informasi ini, maka nilai-nilai dan pengetahuan adat istiadat serta tradisi akan mudah diakses oleh masyarakat dan menjadikannya akan mudah untuk dipahami dan menjadi sebuah pengetahuan kolektif bagi masyarakat Melayu. Dengan pemahaman adat istiadat serta tradisi yang luas, maka nilai-nilai adat istiadat dan tradisi itu akan semakin mengakar di masyarakat dan akan kekal zaman berzaman. adat istiadat dan tradisi adalah sebuah tunjuk ajar yang akan membawa masyarakat kepada sebuah masyarakat yang madani dan bermarwah.

Dengan begitu Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang harus bersifat transformatif dalam meningkatkan pengetahuan adat istiadat dan tradisi di masyarakat secara luas. Adat istiadat dan nilai tradisi haruslah menjadi nilai yang menjadi sebuah tunjuk ajar kepada masyarakat. Tenas Effendy menyampaikan bahwa,

ADVERTISEMENT

Siapa meninggalkan tunjuk ajar
Dunia akhirat badan terkapar

Siapa melupakan tunjuk ajar
Alamat menjadi fasik dan munkar

Siapa melalaikan tunjuk ajar
Alamat hidup akan bertengkar

Siapa melecehkan tunjuk ajar
Hidup sengsara matipun sukar

Siapa menjauhi tunjuk ajar
Perangai buruk kepala besar

Siapa merendahkan tunjuk ajar
Hidup melarat mati terbakar

(Tenas Effendy yang dikutip oleh Hasbi dan Arifin (2020) pada buku berjudul “39 Hadis Tunjuk Ajar Melayu)

Akhirnya, Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang berhadap agar tetap solid, konsisten dan tunak dalam terus menegakkan marwah dan adat istiadat serta tradisi Melayu di Kota Tanjungpinang ini. Segala doa dan sokongan sangat kami harapkan, agar tujuan dan cita-cita kita semua dapat terlaksana serta tercapai. Aamiin

Panas tembaga jangan dituang
Jika dituang hancur besinya
Adat Lembaga jangan dibuang
Jika dibuang buruk padahnya

Tanjungpinang, 4 Februari 2022

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 107 kali

ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Kejenuhan Belajar dan Solusinya

25 April 2022 - 16:39 WIB

Pelayanan e-Konseling Bagi Guru BK

13 April 2022 - 22:06 WIB

Meningkatkan Komunikasi Interpersonal dengan Metode Problem Based Learning

24 Maret 2022 - 22:07 WIB

Teknik Role Playing untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa

17 Maret 2022 - 20:20 WIB

Mereduksi Perilaku Menyontek Menggunakan Metode Problem Based Learning

15 Maret 2022 - 15:05 WIB

Glossophobia Menghambat Kinerja Akademik Peserta Didik

9 Maret 2022 - 09:00 WIB

Trending di Netizen
advertisement