Menu

Mode Gelap

Warta · 6 Jan 2024 12:06 WIB

Anggaran 2024 Terbatas, Revitalisasi Kota Lama Tanjungpinang hanya Penataan Kabel


					Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Tanjungpinang Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Keterbatasan anggaran akibat APBD yang difokuskan pada pelaksanaan Pemilu (Pilpres, Pileg, dan Pilkada) membuat Pemprov Kepri sementara menghentikan progran revitalisasi kawasan Kota Lama, Tanjungpinang.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad ketika meresmikan penataan kawasan Kota Lama di Jalan Merdeka dan Teuku Umar belum lama ini. Dan hal ini kembali ditegaskan Ansar, Rabu (3/1).

ADVERTISEMENT

Namun demikian, penataan masih tetap dilakukan meski terbatas pada penataan kabel yang dianggap mengganggu estetika kota.

Penataan kabel dimaksud berada di sejumlah jalan utama di kawasan Kota Lama, yakni mulai dari Jalan Teuku Umar, Jalan Merdeka, hingga Gedung Daerah.

“Di tahun 2024 ini kabel-kabel yang ada di Jalan Teuku Umar dan Jalan Merdeka ujung hingga Gedung Daerah kita turunkan. Keterbatasan penataan kabel ini mengingat biaya menurunkan kabel yang tidak murah,” sebut Gubernur Ansar.

Selain anggaran yang “tersedot” untuk pelaksanaan Pilpres, Pileg dan Pilkada, APBD Kepri juga menurut Gubernur Ansar terpengaruh oleh turunnya dana bagi hasil (DBH) akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Gubernur Ansar menyebut memiliki rencana besar dalam menata wajah Kota Tanjungpinang agar lebih menarik dan dapat menarik kunjungan wisatawan.

Selain penataan Akau Potong Lembu, Jalan Merdeka, Jalan Teuku Umar, Kawasan Gurindam 12 dan Pulau Penyengat yang telah dilaksanakan dalam beberapa tahun terakhir masa kepemimpinannya bersama Wagub Marlin Agustina, Ansar berkeinginan terus melakukan penataan sejumlah kawasan lainnya.

Yang menjadi target berikutnya adalah kawasan Pelantar 1 dan 2, kemudian Jalan Bintan dan Lorong Bintan yang juga memiliki nilai story yang menarik wisatawan.

ADVERTISEMENT

“Kota Tanjungpinang dengan sejarahnya sebagai ibukota Provinsi Riau, ibukota Kabupaten Kepulauan Riau dan sekarang menjadi ibukota Provinsi Kepulauan Riau, dapat dikatakan merupakan berstatus Kota heritage. Dan seharusnya kota ini ditata menjadi menarik,” papar Gubernur.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Gelar Sosialisasi TOC, Ini Tujuannya

18 Juli 2024 - 13:20 WIB

IMG 20240718 WA0014 11zon

Kasi Pidsus Kejari Karimun dan Kacabjari Tanjungbatu Resmi Berganti

15 Juli 2024 - 12:31 WIB

IMG 20240715 WA0032 11zon

Razia Kendaraan di Bintan Dimulai Hari Ini, 7 Prioritas Pelanggaran Bakal Ditindak

15 Juli 2024 - 11:59 WIB

IMG 20240715 WA0029 11zon

Kesultanan Riau-Lingga Anugerahi Gelar Adat Dato’ Perdana Satya Buana ke Kapolda Kepri

15 Juli 2024 - 10:13 WIB

Kapolda Kepri Yan Fitri terima gelar adat

Polres Karimun Gelar Operasi Patuh Seligi hingga 14 Hari ke Depan, Berikut Sasarannya

15 Juli 2024 - 09:58 WIB

IMG 20240715 WA0011 11zon

Operasi Patuh Jaya 2024 Digelar 15-28 Juli, Ini 14 Jenis Pelanggaran Lalu-Lintas yang Ditindak

15 Juli 2024 - 09:44 WIB

IMG 20220602 151321 233 e1654168644951
Trending di Warta