Menu

Mode Gelap

Warta · 2 Mar 2022 10:11 WIB ·

Batam Terapkan PPKM Level 3


 Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat ditemui awak media. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat ditemui awak media. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 karena kasus COVID-19 yang kian melonjak naik.

Dalam Surat Edaran nomor 14 tahun 2022 yang ditandatangani Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Selasa (1/3) diuraikan kebijakan itu dibuat berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No.14 tahun 2022, dan berlaku sejak 1 hingga 14 Maret 2022.

Pada PPKM Level 2, pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui tatap muka terbatas dan atau jarak jauh berdasarkan keputusan bersama empat menteri.

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 50 persen maksimal staf work from office (WFO) dengan prokes yang ketat.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Namun apa bila ditemukan penyebaran COVID-19, maka sektor yang disebutkan ditutup selama lima hari,” bunyi edaran Wali Kota Batam itu.

Menurut Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, penurunan satus level tersebut karena satu pekan ini kasus relatif tinggi naik.

ADVERTISEMENT

“Jadi karena kasus tinggi kita turun level,” kata Amsakar pada wartawan, Selasa (1/3).

Kata dia, jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri mencapai 2.173 kasus. Hari ini (1/3) tambahan 158 orang yang terpapar virus corona.

Meski begitu tingkat kesembuhan juga lebih besar yakni 207 orang. Sisi lain, tingkat bed occupancy rate di rumah sakit juga tinggi.

ADVERTISEMENT

“Nah, kalau kasus tinggi otomatis rumah sakit juga ikut tinggi,” ucap dia.

Menurutnya tren kasus jadi meningkat karena tracing yang digencarkan. Angka tracing di Batam sudah mencapai 16, 4.

“Maksudnya 1 orang terkonfirmasi maka rata-rata harus dilakukan tracing harus 15 orang,” kata dia.

ADVERTISEMENT

“Jika ada satu yang terkonfirmasi maka akan dilakukan trancing (lacak) oleh petugas. Ini yang menyebabkan tingkat kasus tinggi,” tambah dia.

Disebutkan dalam penetapan status level daerah ada 8 parameter yakni tingkat konfirmasi, bor, tingkat kematian, testing, tracing, tritmen, vaksinasi umum dan vaksin lansia.

“Persoalan di kita ada dua hal, tingkat hunian rumah sakit dan tingkat konfirmasi. Dua hal ini level kita membuat penurunan,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 161 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

MTQ IX Tingkat Provinsi Kepri 2022 di Anambas Bakal Mundur dari Jadwal

19 Mei 2022 - 21:59 WIB

Upaya Cegah Stunting, UPT Puskesmas Posek Luncurkan Program PALACS

19 Mei 2022 - 21:53 WIB

Siap Tampung Keluhan Layanan Publik, Ombudsman Kepri Akan Gelar PVL on The Spot di Lingga

19 Mei 2022 - 21:38 WIB

Ratusan Penumpang Berangkat Dalam Pelayaran Perdana Karimun-Malaysia

19 Mei 2022 - 20:12 WIB

DPD KNPI Kota Batam Segera Bentuk Pengurusan PK KNPI

19 Mei 2022 - 17:06 WIB

Lahan Seluas 138.661 Hektare di Perairan Bintan Ditetapkan Jadi Kawasan Konservasi

19 Mei 2022 - 16:56 WIB

Trending di Warta
advertisement