Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 20 Jan 2022 20:19 WIB ·

BP2MI Pulangkan 22 Calon PMI Ilegal yang Gagal Dikirim ke Malaysia


 Pemulangan Calon PMI Ilegal yang gagal dikirim ke Malaysia. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Pemulangan Calon PMI Ilegal yang gagal dikirim ke Malaysia. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) pulangkan 22 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal korban penyelundupan oknum tak bertanggung jawab yang diamankan polisi beberapa waktu lalu.

Kepala UPT BP2MI Wilayah Kepri, Mangiring H Sinaga, mengungkapkan 22 orang CPMI tersebut terdiri dari 11 laki-laki dan 11 perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah, mulai wilayah Sumatera seperti Aceh, kemudian juga dari Jawa  hingga NTT.

“Hari ini 22 korban ini akan kita pulangkan ke daerah asal. Sebelum dipulangkan mereka dievakuasi dulu ke Tanjungpinang diberikan edukasi,” ujar Mangiring saat jumpa pers di Mapolairud Polda Kepri, Kamis (20/1).

Para PMI ini, lanjut Mangiring, akan mendapatkan pembinaan dan edukasi sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Karena menurutnya, sejauh ini pihaknya terus melakukan pembinaan dan memberikan edukasi kepada calon PMI agar mereka yang akan bekerja ke luar negeri dapat melengkapi dokumen masuk melalui jalur resmi.

Sementara saat ditanya tentang maraknya pengiriman WNI untuk bekerja ke luar negeri, ia menyebutkan jika memang para PMI tersebut kini didominasi masuk dengan cara tak resmi.

ADVERTISEMENT

“Ini situasi pandemi COVID-19 pihak otoritas Malaysia mengunci kran, belum ada pintu dibuka untuk masuk yang resmi sehingga para calon PMI masuk lewat jalur tak resmi karena ada yang fasilitasi,” kata dia.

Dia menambahkan, para PMI yang masuk ke negeri jiran tersebut sudah ada juga yang pernah bekerja di sana. Namun, karena paspor mereka diblacklist oleh pihak Malaysia sehingga mereka menggunakan beragam cara untuk dapat masuk kembali.

“Jadi setiap orang itu yang kerja ke luar negeri harus mempunyai kompetensi. Nah, karena lama prosedur ada yang lebih instan mereka dapat dengan mudah masuk mereka pilih lewat jalur itu. Ini karena terpengaruh dari calo dan diimingi buat paspor,” kata dia.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 41 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Ruko Dibobol Saat Pemilik Pulang Kampung, 4 Pelaku Diamankan

19 Mei 2022 - 22:16 WIB

10 Kg Sabu Tangkapan BNNP Kepri dari 2 Kurir Jaringan Internasional Dimusnahkan

18 Mei 2022 - 17:06 WIB

BNNP Kepri Ungkap Peredaran Narkoba di Lingga, Sabu 11 Kg Diamankan

18 Mei 2022 - 16:22 WIB

Polda Kepri Tangkap Oknum Polisi Talaud DPO Kasus Penipuan

17 Mei 2022 - 15:07 WIB

Pesawat Inggris Masuk ke Teritorial Indonesia Tanpa Izin Bakal Dikenakan Denda

14 Mei 2022 - 18:13 WIB

Komplotan Pencuri Motor di Batam Diringkus Polisi, Sudah Beraksi di 12 Lokasi

13 Mei 2022 - 22:45 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement