Menu

Mode Gelap

Warta · 18 Mei 2022 23:15 WIB

Dialog FGD Bersama KIP, Kombes Harry: Masyarakat Berhak Dapat Informasi Seluasnya


					FGD Bersama Komisi Informasi Publik. Foto: Istimewa Perbesar

FGD Bersama Komisi Informasi Publik. Foto: Istimewa

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Haryy Goldenhartd menyebutkan masyarakat berhak mendapatkan informasi seluasnya dengan transparan.

Hal itu disampaikan Kombes Harry dalam acara focus group discussion (FGD) sebagai informasi ahli yang diselenggarakan Komisi Informasi Publik (KIP) di Hotel Nagoya Hill, Batam, Selasa (17/5).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, seiring perkembangan pesat teknologi dengan mudah masyarakat dapat informasi.

Oleh karena itu, ada baiknya dapat menyerap literasi kepada masyarakat termasuk pers untuk mendapatkan informasi dari lembaga pemerintah.

“Kita berikan informasi seluasnya bukan hanya slogan saja. Polri khusus Polda Kepri berupaya menyampaikan  informasi yang seluas luasnya, kecuali, apabila informasi tersebut memang dikecualikan,” katanya.

Dia pun mencontohkan pada bulan Maret lalu Polda Kepri telah menguji konsekuensi informasi. Namun, sebanyak 193 informasi yang dikecualikan dibuka untuk publik.

Dia menambahkan dalam acara ini untuk melihat indeks keterbukaan Informasi Publik sebagai program prioritas nasional untuk mengukur sejauh mana implementasi Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik di 34 Provinsi se-Indonesia.

IKIP disusun untuk mendapatkan gambaran indeks tingkat provinsi dan nasional di Indonesia serta menganalisis tiga aspek penting yang mencakup obligation to tell, right to know, acces to information.

Oleh karena itu, diskusi ini menjabarkan bagaimana keterbukaan informasi yang sudah berjalan hingga sekarang dan indeks naik dan turunnya dijabarkan oleh narasumber dari para pejabat pengelola.

ADVERTISEMENT

“Diskusi ini juga menghadirkan narasumber/informan ahli dari beberapa instansi sebagai masukan yang berarti untuk KIP,” papar dia.

Di tempat yang sama Komisioner KIP Wafa Patria Umma, menambahkan perkembangan teknologi informasi yang meleset dengan cepat saat ini dengan kebutuhan masyarakat akan informasi yang transparan cepat dan benar-benar terpercaya.

Pengelolaan media sebagai sarana informasi, berkembang seiring media sosial dalam genggaman tangan yang dapat mengoreksi secara langsung melalui komentar-komentar yg biasa kita sebut dengan nama netizen,

ADVERTISEMENT

Belum tentu kebenarannya mereka akan memberikan dukungan atau sebaliknya. Kemudian ditambah bumbu-bumbu pers sebagai insan yg penasaran dengan mudahnya mencari celah yg menjatuhkan tanpa meminta konfirmasi.

“Padahal adanya keterbukaan informasi sekarang ini tentunya pers dapat menjadi barometer masyarakat. Jadi dengan UU No 14 tahun 2008 KIP akan terus menaikkan indeks pencapaian keterbukaan informasi nasional,” ujarnya dalam rilis diterima kepripedia.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Asyik! Ada Beasiswa untuk 1.500 Mahasiswa Kepri Berprestasi di Tahun 2024

1 Maret 2024 - 14:28 WIB

images 6

Polda Kepri Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2024 Selama 14 Hari ke Depan

1 Maret 2024 - 14:21 WIB

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Asep Safrudin. Foto: Ist/kepripedia.com

Ribuan Pencaker Ikuti Job Fair 2024 di Bintan, Begini Harapan Roby Kurniawan

1 Maret 2024 - 12:37 WIB

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengunjungi Job Fair 2024

Kecam Pengusiran Wartawan Liput Rekapitulasi, Ketua PWI Lingga: Ini Tidak Baik

1 Maret 2024 - 10:35 WIB

Ketua PWI Lingga Jhony Prasetya

KPU Lingga soal Ada Wartawan Diusir: Keterbatasan Ruangan

29 Februari 2024 - 18:09 WIB

Ketua KPU Lingga Ardhy Aulia

Heboh Wartawan Liput Rekapitulasi Suara Diusir, Bawaslu Lingga: Perhitungan Harus Terbuka

29 Februari 2024 - 17:52 WIB

Ketua Bawaslu Lingga Fidya Asrina
Trending di Warta