Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 28 Mar 2023 21:39 WIB

Dugaan Korupsi Kuota Cukai Rokok, KPK Geledah 2 Lokasi di Tanjungpinang


					Kantor BP Bintan di Tanjungpinang digeledah penyidik KPK. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Kantor BP Bintan di Tanjungpinang digeledah penyidik KPK. Foto: Ismail/kepripedia.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi penetapan dan perhitungan kuota cukai rokok di Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan wilayah Kota Tanjungpinang.

Dalam dua hari ini, sudah dua lokasi yang digeledak KPK.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengungkapkan, pada Senin (27/3) kemarin, Tim Penyidik melaksanakan upaya paksa penggeledahan di sebuah rumah pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

“Lokasi dimaksud adalah rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali Fikri kepada kepripedia.

Namun demikian, Ali enggan menyebut secara rinci siapa yang dimaksud.

Namun, dalam proses penggeledahan tersebut, ditemukan dan diamankan bukti antara lain berupa dokumen hingga alat elektronik yang diduga memperkuat adanya perbuatan melawan hukum dari pihak tersebut.

“Penyitaan dan analisis segera dilakukan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan dimaksud,” lanjutnya.

Baca: Kantor BP Bintan di Tanjungpinang Digeledah KPK

Sementara, Selasa (28/3) Tim Penyidik kembali melakukan penggeledahan. Yakni kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan masih berlangsung dan perkembangannya nanti akan kami informasikan lagi,” pungkasnya.

Baca: KPK Usut Dugaan Korupsi Kuota Cukai Rokok di Wilayah Tanjungpinang

Diberitakan sebelumnya, KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi barang kena cukai di wilayah Kota Tanjungpinang. Barang kena cukai ini berupa kuota rokok, yang diduga adanya penetapan dan perhitungan yang fiktif.

ADVERTISEMENT

“Sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian keuangan negara dari sisi penerimaan cukai, pajak pertambahan nilai dan pajak daerah, hingga mencapai ratusan miliar rupiah,” ujar Ali Fikri melalui keterangan resmi, Senin (27/3) kemarin.

Saat ini, tim penyidik KPK juga sedang melakukan pengumpulan alat bukti. Mulai dari, pemanggilan berbagai pihak sebagai saksi, termasuk agenda penggeledahan di beberapa lokasi terkait.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pria Paruh Baya di Tanjungpinang Ditemukan Tewas dalam Ruko

18 Mei 2024 - 11:12 WIB

IMG 20240517 WA0054 11zon

Pria 35 Tahun di Karimun Ditangkap Polisi Usai Curi Sepeda Motor Tetangganya

16 Mei 2024 - 16:23 WIB

IMG 20240516 155213 11zon

Bocah 12 Tahun Curi Uang Imam dan Kotak Infak Masjid

15 Mei 2024 - 11:16 WIB

IMG 20240515 WA0015

KPK Periksa Dua Saksi di Bintan, Dugaan Korupsi Pemerasan Rutan

14 Mei 2024 - 18:46 WIB

Ilustrasi kpk

Mabuk Lem dan Bikin Resah Warga, 2 Pria di Karimun Diangkut Polisi

14 Mei 2024 - 10:55 WIB

IMG 20240514 WA0022 11zon

Terdakwa Penipuan dan Penggelapan di Batam Divonis Bebas, Sidang Berujung Ricuh

14 Mei 2024 - 09:50 WIB

WhatsApp Image 2024 05 13 at 22.39.08
Trending di Hukum Kriminal