Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 11 Mei 2023 19:14 WIB

Ekonomi dan Realisasi APBN Kepri Membaik, Ini Penjelasan Kemenkeu RI


					Press Conference capaian Ekonomi Kepri. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Press Conference capaian Ekonomi Kepri. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Pertumbuhan Ekonomi Kepri mengarah pada trend peningkatan yang lebih baik. Hal itu sejalan dengan realisasi APBN yang Kepulauan Riau.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI Perwakilan provinsi Kepulauan Riau merilis pertumbuhan ekonomi Kepri saat ini menunjukan peningkatan sebesar 6,52 persen.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan ekonomi Kepri itu lebih tinggi dari capaian nasional yang tercatat sebesar 5,03 persen.

Sementara dalam hal kontribusi, Kepri sebagai bagian dari regional Sumatra berkontribusi sebesar 7,38 persen terhadap PDRB Sumatra, dan mendukung PDB nasional sebesar 1,61 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri secara year on year
(yoy) mendapat peringkat pertama di antara provinsi lainnya di Sumatra,” ujar Perwakilan Kemenkeu RI wilayah Kepri, Indra Soeparjanto, dalam keterangannya, Kamis (11/5).

Sebagai instrumen fiskal, kata Indra, peran APBN juga menjadi aspek penting dalam mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi COVID-19.

“Kebijakan anti-siklus APBN selama pandemi COVID-19 turut berperan efektif. Keberhasilan Pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19 melalui efektivitas kebijakan fiskal dan APBN 2022 dalam menavigasi proses pemulihan ekonomi,” terangnya.

Dari segi pendapatan, hingga akhir April Kepri memperoleh sebesar Rp 4.216,59 miliar. Jumlah tersebut 35,70 persen dari target Penerimaan Pajak dan PNBP.

“Penerimaan perpajakan menjadi
penyumbang terbesar, hingga April 2023 sebesar Rp 3.608,32 miliar atau 37,79% dari target pendapatan pajak tahun 2023, lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2022,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

“Total Belanja Negara di Kepulauan Riau sampai akhir April 2023 sebesar Rp4.159,80 miliar atau 25,31% dari total pagu,” tambah dia.

Ia merincikan, jika total Belanja Negara di Provinsi Kepri terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat hingga April sebesar Rp 1.824,80 miliar atau 21,49 persen.

“Selanjutnya terdapat Realisasi penyaluran TKDD di Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 2.335,00 miliar atau 29,41 persen,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara sampai dengan akhir Februari 2023, transfer ke daerah yang telah tersalurkan adalah Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, DAK Nonfisik, DID, dan Dana Desa, TKDD tahun 2023 mengalami peningkatan 5,17 persen.

“Dibandingkan 2022 dikarenakan pada beberapa pemerintah daerah terdapat proyek Prioritas Nasional dan Major Project pada tahun 2023,” terang dia.

Beberapa strategic issue di regional Provinsi Kepulauan Riau per 30 April 2023 di antaranya terkait dengan perkembangan kondisi ekspor-impor, COVID-19, dan tingkat Inflasi.

ADVERTISEMENT

“Strategic issue terkait ekspor-impor di Provinsi Kepulauan Riau, pada akhir Maret 2023, tercatat adanya penurunan ekspor sebesar 8,40% dengan perolehan nilai ekspor sebesar US$1.667,87 juta (m-to-m). Kemudian, untuk nilai impor pada akhir Maret 2023 mencapai US$1.635,95 juta (m-to-m), yang mengalami peningkatan 4,08% dibandingkan dengan bulan Februari 2023,” bebernya.

Lebih lanjut, Indra menambahkan, Strategic Issue ketiga yang dilakukan adalah perkembangan ekonomi dalam segi regional.

“Perekonomian Kepri pada triwulan I 2023 tumbuh sebesar 6,51. Pada bulan April 2023, gabungan 2 kota di Provinsi Kepri (Batam dan Tanjungpinang) mengalami inflasi sebesar 4,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,72,” katanya.

Menurutnya, Inflasi ini terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,25 pada April 2022 menjadi 113,72 pada April 2023. Dari 2 kota IHK
di Provinsi Kepulauan Riau, tercatat Kota Batam mengalami inflasi (yoy) sebesar 4,16 persen, Tanjungpinang sebesar 3,63 persen.

“Pemulihan ekonomi pada tahun 2023 tetap menjadi tujuan dan harapan bersama, melalui kolaborasi instansi vertikal kementerian keuangan di diharapkan dapat mengawal APBN sebagai instrumen fiskal menjadi optimal pada Provinsi Kepulauan Riau,” tutup dia.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pelaku IKM di Bintan Meningkat 3 Kali Lipat

16 April 2024 - 17:17 WIB

Ilusstrasi Industri Kecil Menengah IKM

Warga Serbu Gerakan Pasar Murah di Stadiun Badang Perkasa Karimun

1 April 2024 - 13:12 WIB

IMG 20240401 085130 11zon

LKPj APBD Bintan 2023: Pendapatan Capai Target, IPM dan Angka Kemiskinan Menurun

29 Maret 2024 - 13:24 WIB

IMG 20240329 WA0009 resized 20240329 064717782 11zon

Disperindag Karimun Gelar Operasi Pasar di Teluk Uma: Harga Gas 3 Kg Hanya Rp 20 Ribu

19 Maret 2024 - 13:29 WIB

IMG 20240319 WA0004 11zon

BPR Bintan Berikan Dividen Rp 1,8 Miliar ke Pemkab Bintan

14 Maret 2024 - 22:33 WIB

Direktur Utama Perumda BPR Bintan Radhiah Razak

H-1 Ramadhan 1445 H, Stok Cabai Merah Pedagang di Pasar Puan Maimun Karimun Habis

11 Maret 2024 - 16:51 WIB

Pedagang cabai di Pasar Baru Tanjungpinang
Trending di Ekonomi Bisnis