Menu

Mode Gelap

Event · 23 Feb 2022 07:30 WIB ·

Festival Tunas Bahasa Ibu Jadi Puncak Revitalisasi Bahasa Daerah


 Mendikbudristek Nadiem Makarim Festival Tunas Bahasa. Foto: Dok: Kemendikbudristek Perbesar

Mendikbudristek Nadiem Makarim Festival Tunas Bahasa. Foto: Dok: Kemendikbudristek

ADVERTISEMENT
advertisement

Untuk terus melestarikan bahasa daerah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan event Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai upaya menggencarkan revitalisasi bahasa daerah dengan menyasar generasi muda.

Sebagai bentuk media apresiasi peserta program revitalisasi bahasa daerah ini dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah atau komunitas belajar di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.

“Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan puncak dari revitalisasi bahasa daerah,” ujar Nadiem Anwar Makarim dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Ketujuh Belas, Revitalisasi Bahasa Daerah, yang berlangsung secara daring, Selasa (22/2) kemarin.

Dengan melibatkan partisipasi guru pendamping, pegiat bahasa daerah, dan pemerintah daerah, FTBI dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan toleransi kebinekaan di Indonesia.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kebhinekaan adalah kekayaan terpenting yang kita punya. Itu harus kita rayakan dan sosialisasikan. Salah satunya dengan FTBI ini,” kata Nadiem.

Ada tujuh macam kompetisi dan acara yang bisa diikuti generasi muda dalam FTBI, yaitu membaca dan menulis aksara daerah, menulis cerita pendek, membaca dan menulis puisi, mendongeng, pidato, tembang tradisi, dan komedi tunggal (stand up comedy).

ADVERTISEMENT

“Jadi acara ini benar-benar variatif dan juga kekinian jenis kompetisinya, sehingga menjadi suatu hal yang bukan hanya untuk melindungi dan merestorasi, tapi juga untuk masuk ke abad yang baru bagi para milenial,” jelasnya.

Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan dapat memberikan akses bagi para partisipan sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah.

“Ini merupakan paradigma yang harus kita dorong ke masyarakat,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), E. Aminudin Azis melaporkan pada 2021 Kemendikbudristek telah melakukan revitalisasi bahasa di tiga provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Respons yang didapat sangat positif.

“Tidak hanya ratusan atau ribuan siswa yang menyambut dengan suka cita program revitalisasi bahasa daerah,” ujarnya.

Pada tahun 2022 dilakukan langkah lanjutan pemeliharaan dan pengembangan bahasa daerah di daerah lainnya melalui program Merdeka Belajar.

ADVERTISEMENT

“Terima kasih kepada Mendikbudristek, sehingga program revitalisasi bahasa daerah ini menjadi bagian dari Program Merdeka Belajar yang diluncurkan hari ini,” ujar Azis.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 85 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Jalin Silaturahmi Alumni dan Santri, IPMA Kepri-Jombang Gelar Halal Bihalal Virtual

18 Mei 2022 - 23:34 WIB

Perayaan Hardiknas 2022 di SMAN 1 Tambelan: Jalan Sehat hingga Lomba Orasi

15 Mei 2022 - 12:42 WIB

Mahasiswa UIB Bakal Gelar Penyuluhan Hukum Pencegahan Kekerasan Seksual di Sekolah

13 Mei 2022 - 09:19 WIB

Universitas Internasional Batam

Dibuka Presiden Jokowi dan Hadir Sederet Artis, Lebaran di kumparan Berlangsung Meriah

4 Mei 2022 - 11:54 WIB

Meriahkan Malam Likuran, Lomba Bedil Akan Berdentum di Daik Lingga

11 April 2022 - 14:10 WIB

Apresiasi BUMN Beriarti Fest 2022 di Batam, Erick Thohir Ajak Bangga Pakai Produk Lokal

29 Maret 2022 - 19:37 WIB

Trending di Event
advertisement