Menu

Mode Gelap

Viral · 22 Feb 2022 09:03 WIB ·

Hujan Es di Surabaya ini Pejelasan BMKG


 Ilustrasi hujan es. Foto: Canva Perbesar

Ilustrasi hujan es. Foto: Canva

ADVERTISEMENT
advertisement

Surayabaya dalam beberapa hari ini selimuti hujan es, yang disertai dengan hujan deras dan angin kencang, yang nyaris menyapu hampir seluruh kawasan Kota Pahlawan dan mengakibatkan banyak pohon tumbang, serta papan-papan reklame.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menjelasakan bahwa fenomena hujan es merupakan fenomena cuaca alamiah yg biasa terjadi.

Kejadian hujan lebat/Es disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat lebih banyak terjadi pada masa transisi atau pancaroba musim baik dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya.

Kordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno melalui siaran Pers BMKG menjelaskan bahwa, hujan tersebut terjadi karena adanya awan cumulonimbus.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Hujan es terjadi karena suhu konveksinya tercapai. Jadi, suhu udara di permukaan bumi panas sekali sedangkan awan Cumulonimbus (CB) di langit suhunya sangat rendah bisa mencapai minus 80 derajat. Sampai bawah, esnya belum habis,” ujarnya.

Terjadinya hujan es juga menjadi salah satu pertanda berakhirnya musim hujan atau akan terjadi perubahan musim.

ADVERTISEMENT

“Anginnya biasanya mendaki, ada pertemuan massa udara dingin dan hangat. Kalau anginnya tidak kencang ke atas, tidak mungkin terbentuk awan besar,” ujarnya.

Indikasi terjadinya hujan lebat/es disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat

  • Satu hari sebelumnya udara pada malam hari hingga pagi hari terasa panas dan gerah.
  • Udara terasa panas dan gerah diakibatkan adanya radiasi matahari yang cukup kuat ditunjukkan oleh nilai perbedaan suhu udara antara pukul 10.00 dan 07.00 LT (> 4.5°C) disertai dengan kelembaban yang cukup tinggi ditunjukkan oleh nilai kelembaban udara di lapisan 700 mb (> 60%)
  • Mulai pukul 10.00 pagi terlihat tumbuh awan Cumulus (awan putih berlapis – lapis), diantara awan tersebut ada satu jenis awan yang mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu – abu menjulang tinggi seperti bunga kol.
  • Tahap berikutnya awan tersebut akan cepat berubah warna menjadi abu – abu / hitam yang dikenal dengan awan Cb (Cumulonimbus).
  • Pepohonan disekitar tempat kita berdiri ada dahan atau ranting yang mulai bergoyang cepat.
    Terasa ada sentuhan udara dingin disekitar tempat kita berdiri
  • Biasanya hujan yang pertama kali turun adalah hujan deras tiba – tiba, apabila hujannya gerimis maka kejadian angin kencang jauh dari tempat kita.
  • Jika 1 – 3 hari berturut – turut tidak ada hujan pada musim transisi/pancaroba/penghujan, maka ada indikasi potensi hujan lebat yang pertama kali turun diikuti angin kencang baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak.

Sifat-sifat putting beliung/angin kencang berdurasi singkat

ADVERTISEMENT
  • Sangat lokal
  • Luasannya berkisar 5 – 10 km
  • Waktunya singkat sekitar kurang dari 10 menit
  • Lebih sering terjadi pada peralihan musim (pancaroba)
  • Lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari
  • Bergerak secara garis lurus
  • Tidak bisa diprediksi secara spesifik, hanya bisa diprediksi 0.5 – 1 jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda – tandanya dengan tingkat keakuratan < 50 %
  • Hanya berasal dari awan Cumulonimbus (bukan dari pergerakan angin monsoon maupun pergerakan angin pada umumnya), tetapi tidak semua awan Cb menimbulkan puting beliung
  • Kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama.
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 224 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

2 Orang Anak Bawah Umur di Batam Jadi Korban Rampok

20 September 2022 - 08:59 WIB

Safari Ramadhan Klarifikasi Terkait Videonya Marah di RDP

5 September 2022 - 11:56 WIB

Soal Kabar Kebocoran Data, Telkom Pastikan Data Pelanggan Aman

22 Agustus 2022 - 20:29 WIB

Viral Oknum Polisi Cekcok Diamankan Pomal Lanal Batam

6 Agustus 2022 - 17:11 WIB

Viral Batu Nisan Dibongkar, Ini Kata Pengelola Pemakaman Sei Temiang

5 Agustus 2022 - 18:56 WIB

Viral Video Batu Nisan di TPU Sei Temiang Dibongkar

4 Agustus 2022 - 18:48 WIB

Trending di Viral
advertisement