Menu

Mode Gelap

Warta · 6 Apr 2022 14:32 WIB ·

Jaksa Terapkan Restorative Justice, Wanita Ini Dibebaskan dari Kasus Pencurian


 Kejari Bintan saat menyampaikan hasil Restorative Justice dan resmi membebaskan Nopriani. Foto: Dok Kejari Bintan Perbesar

Kejari Bintan saat menyampaikan hasil Restorative Justice dan resmi membebaskan Nopriani. Foto: Dok Kejari Bintan

ADVERTISEMENT
advertisement

Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan menerapkan restorative justice (RJ) kepada salah seorang tersangka tindak pidana umum. Pemberian restorative justice, diterapka kepada tersangka kasus pencurian, Nopriani (30), Selasa (5/4).

Nopriyani merupakan tersangka kasus puncurian bersama suaminya, Alamsyah (44), yang ditangani di wilayah hukum Kejari Bintan. Surat penghentian penuntutan kasus tersebut secara resmi diserahkan langsung Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati), Kepri Yudi Indra Gunawan, kepada ibu tiga anak itu. Sementara, sang suami masih harus tetap menjalani proses hukum.

Dalam kesempatan itu, Nopriani, menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan berterima kasih dengan para jaksa yang sudah membantu dirinya untuk bisa kembali bertemu dan merawat anak-anaknya yang masih kecil.

“Saya bahagia sekali. Karena sudah bisa bertemu dan berkumpul kembali sama anak-anak,” ujar wanita berhijab tersebut.

ADVERTISEMENT
advertisement

Setelah menghirup udara bebas, wanita tersebut berencana akan bersama anak-anaknya untuk kembali ke kampung halaman di Palembang, Sumatera Selatan. Ia pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tidak terpuji itu lagi.

“Saya akan pulang ke Kampung Halaman (Palembang) bersama anak-anak. Hidup disana,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana, menerangkan pihaknya melakukan ekspose dengan Jaksa Agung Muda Pidana Umum (JAMPidum) Kejagung RI dengan memaparkan kronologi kejadian, pasal yang disangkakan, kerugian, perdamaian serta kondisi tersangka.

“Alhamdulillah disetujui oleh JAMPidum. Beliau merespon positif restorative justice ini. Penyerahan surat ketetapan penghentian penuntutan itu juga dilakukan oleh Wakajati Kepri,” sebutnya.

Wakajati Kepri Yudi Indra Gunawan menyebutkan, usulan restorative justice (RJ) di Kepri sudah yang ke 14 kali dilakukan. Diantaranya di Kota Batam 7 kali, Karimun 3 kali, Tanjungpinang 2 kali dan Bintan 2 kali.

ADVERTISEMENT

“Ini RJ yang kedua kali diajukan Kejari Bintan dan disetujui oleh Kejagung RI. Untuk kasus Nopriani merupakan RJ yang ke 14,” ucapnya.

Yudi berharap ini menjadi pembelajaran buat yang bersangkutan untuk memperbaiki hidupnya lagi. Kejaksaan akan mengedepankan penyelesaian persoalan sosial masyarakat dengan mengedepankan pola RJ. Sehingga, tidak semua persoalan yuridis/hukum diselesaikan hingga ke meja hijau.

“Untuk persoalan-persoalan yang ringan yang bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah kita dorong untuk diselesaikan tanpa melalui proses hukum,” tutupnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 20 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Penjelasan RSUD Dabo Soal Tudingan Tolak Rawat Inap Pasien: Sudah Dicek Diarahkan Rawat Jalan

22 Mei 2022 - 21:02 WIB

Cerita Keluarga Pasien Asal Bukit Keliling yang Keluhkan Layanan UGD di RSUD Dabo

22 Mei 2022 - 20:58 WIB

DKPKH Diminta Data Sapi Lokal Guna Penuhi Kebutuhan Rutinitas dan Idul Adha

22 Mei 2022 - 12:56 WIB

Baznas Kepri Himpun Zakat Sebesar Rp 1,016 Miliar Selama Ramadhan

22 Mei 2022 - 12:02 WIB

Terbukti Jadi Korban Skimming, Bank Riau Kepri Bayarkan Kerugian Nasabah di Batam

21 Mei 2022 - 16:56 WIB

Pasca Vonis Apri Sujadi, Pemprov Tunggu Usulan Pengangkatan Bupati Bintan Definitif

21 Mei 2022 - 16:25 WIB

Trending di Warta
advertisement