Menu

Mode Gelap

Warta · 23 Mei 2022 16:07 WIB ·

Kepri Bentuk Satgas Penanganan Wabah PMK


 Gubernur Ansar Rapat Koordinasi Bersama Balai Karantina dan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan se Kepri. Foto: Dok Diskominfo Kepri Perbesar

Gubernur Ansar Rapat Koordinasi Bersama Balai Karantina dan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan se Kepri. Foto: Dok Diskominfo Kepri

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah Provinsi Kepri mulai mengantisipasi masuknya Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang terhadap hewan ternak. Untuk itu Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, membentuk Satgas Penanganan PMK di Provinsi Kepri dengan menunjuk Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara sebagai Ketua Pelaksana.

Satgas ini dibentuk usai Rapat Koordinasi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, BPS Kepri, dan Dinas Pertanian dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kota se-Kepri di Rupatama Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (23/5).

Gubernur Ansar menyebutkan Rakor tersebut selain untuk mengantisipasi wabah PMK agar tidak masuk ke Kepri, juga membahas jangka pendek pemenuhan kebutuhan hewan kurban di Kepri menjelang Hari Raya Idul Adha juga untuk kebutuhan harian masyarakat.

“Karena mewabahnya PMK ini berdekatan dengan hari Raya Idul Adha, pemenuhan kebutuhan hewan kurban juga menjadi prioritas. Bagaimana kita memenuhi kebutuhan hewan kurban dari daerah yang tidak terkena wabah” kata Ansar.

ADVERTISEMENT
advertisement

Ansar mengungkapkan, hingga saat ini sudah 15 provinsi yang ditetapkan terserang wabah virus PMK. Wabah ini tidak menular terhadap manusia, akan tetapi dinilai sangat berdampak kepada perekonomian peternak.

“Karena Kepri juga punya sentra peternakan yang harus kita lindungi, maka kita upayakan jangan sampai PMK juga mewabah di Kepri” tegas Ansar.

ADVERTISEMENT

Terkiat upaya pemenuhan kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha mendatang yang masih kurang, Gubernur Ansar meminta kabupaten/kota se Kepri untuk segera mengirimkan data rasionalisasi kebutuhan hewan kurban.

“Setelah itu bahas dan konkritkan bagaimana teknis datangkan hewan qurban tersebut dari provinsi lain” kata Ansar.

Terkait adanya PMK ini, Gubernur juga menyatakan akan memudahkan proses mendatangkan hewan kurban dari daerah lain, dengan catatan wajib dibawa dari daerah yang tidak terkontaminasi PMK.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Rika Azmi, menyampaikan data dari kabupaten/kota untuk Idul Adha tahun 2021 yang lalu, jumlah hewan kurban yang dipotong baik sapi, kambing, maupun domba, sebanyak 7.465 ekor.

“Sedangkan sampai saat ini ketersediaan hewan kurban di Kepri sebanyak 5.708 ekor. Dimana berkaca dari tahun lalu, tentu masih ada kekurangan. Inilah yang akan kita carikan solusi terhadap pemenuhan kebutuhan hewan qurban tahun ini” ungkapnya.

Diketahui pemerintah pada 9 Mei 2022 telah menetapkan daerah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak. Sejak tahun 1990 Indonesia telah ditetapkan sebagai wilayah bebas PMK. Namun pada tahun 2022 ini, PMK telah mewabah di 4 Kabupaten di Provinsi Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

PMK merupakan penyakit yang menyerang hewan berkuku belah dengan gejala yang ditemukan lepuh yang berisi cairan atau luka yang terdapat pada lidah gusi, hidung dan teracak/kuku hewan. Hewan tidak mampu berjalan (pincang), air liur berlebihan dan hilang nafsu makan. Namun PMK tidak menular kepada manusia.

 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 26 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Logo Holywings Batam Hilang, Tempatnya Tetap Beroperasi

1 Juli 2022 - 21:16 WIB

Ketersediaan Minyak Goreng Curah di Karimun 20 Ton, Harga Eceran Tertinggi Rp 15 Ribu

1 Juli 2022 - 19:21 WIB

Papan Nama Tutupi u-Turn, Jalan Brigjen Katamso Tanjunguncang Rawan Kecelakaan

1 Juli 2022 - 16:52 WIB

Cuaca Buruk, Kapal Ikan Dilaporkan Karam di Pulau Mapur

30 Juni 2022 - 19:08 WIB

Sembako Mahal, DPRD Batam Desak Pemko Gelar Operasi Pasar Murah

30 Juni 2022 - 18:44 WIB

Batu Miring Roboh Akibat Cuaca Ekstrem di Komplek Ruko Karimun

30 Juni 2022 - 16:45 WIB

Trending di Warta
advertisement