Menu

Mode Gelap

Kuliner Wisata · 31 Des 2022 13:05 WIB ·

Kepri Miliki Peluang Baik pada Sektor Pariwisata 2023 Mendatang


 Plt Kadispar Kepri Luki Zaiman Prawira. Foto: Istimewa Perbesar

Plt Kadispar Kepri Luki Zaiman Prawira. Foto: Istimewa

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman Prawira, menyampaikan prospek pariwisata di wilayahnya pada 2023 mendatang akan kembali bertumbuh baik.

Hal itu didukung dari pernyataan Presiden RI Joko Widodo, beberapa waktu lalu, yakni, Indonesia akan tidak melaksanakan PPKM lagi.

Menurutnya, pernyataan presiden tersebut merupakan lampu hijau untuk memberitahu bahwa pariwisata kembali dibuka dengan selebar-lebarnya. Ditambah lagil, dengan dukungan Gubernur yang mengeluarkan keputusan nomor 1263 tahun 2022 tentang destinasi pariwisata, kawasan strategis pariwisata dan daya tarik wisata Provinsi Kepri.

“Saya yakin, kebangkitan pariwisata akan mengembalikan kunjungan wisatawan mancanegara kembali ke Kepri lagi,” ungkapnya, Jumat (30/12).

Ia menuturkan, perkembangan pariwisata di Kepri saat sudah terlihat ke arah positif. Berdasarkan data, kunjungan wisman hingga Oktober 2022 sudah mencapai 456.670 pengunjung.

“Melihat capain ini membuat Kepri memiliki peluang yang baik di tahun depan,” tegasnya lagi.

ADVERTISEMENT

Luki mengenang, pada 2019 lalu kala awal mula COVID-19 melanda sektor pariwisata di Kepri sangat terpuruk. Namun, berkat upaya dan kegigihan serat kerjasama seluruh pihak, pada 2022 ini dunia pariwisata akhirnya kembali dan mulai bergairah.

“Saat ini 2022, mulai April mulai meningkat kunjungan wisman sampai Oktober sebanyak 465.670 yang berkunjung. Selain itu, pada minggu lalu, mendapatkan data, untuk tingkat okupansi hotel di Kepri sudah di angka 80 persen,” kata pria yang juga menjabat Asisten II Pemprov Kepri ini.

Sementara itu, Group General Manager (GGM) PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab, mengatakan pandemi COVID-19 sangat berdampak besar jatuhnya pariwisata di kawasan Lagoi, Bintan.

ADVERTISEMENT

Kala itu, kawasan Lagoi hanya diberikan pemerintah untuk bertahan selama enam bulan. Namun, setelah lewat masa tersebut, hanya satu hotel yang bertahan dan mempekerjakan karyawannya dengan masa kerja hanya setengah bulan saja.

Selanjutnya, manajemen hotel terpaksa melakukan pengurangan karyawan, akibat tidak adanya tamu hotel.

“Begitu luar biasanya pengaruh COVID-19 terhadap dunia pariwisata,” sebutnya menyampaikan dampak yang dirasakan saat COVID-19.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 105 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

whatsapp facebook copas link
advertisement
Baca Lainnya

HJ Inn Hotel Baru di Dekat Bandara Hang Nadim Batam

1 Februari 2023 - 12:40 WIB

2023, Target Wisman ke Kepri 1,2 Juta Kunjungan

6 Januari 2023 - 12:56 WIB

Karimun Target 16 Ribu Kunjungan Wisman di Tahun 2023

5 Januari 2023 - 20:35 WIB

Menengok Jembatan Kuning, Kini Jadi Tempat Hits di Karimun

2 Januari 2023 - 14:07 WIB

Rampung Diperbaiki, Masjid Tanjak Batam Kembali Dibuka untuk Umum

15 Desember 2022 - 21:33 WIB

465.670 Kunjungan Wisman ke Kepri per Oktober 2022

4 Desember 2022 - 16:06 WIB

Trending di Kuliner Wisata