Tanjungpinang – Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kepulauan Riau, Ady Indra Pawennari, mengajak warga Bugis-Makassar di perantauan untuk ambil bagian dalam agenda besar tahunan.
Ajang itu adalah Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI yang akan digelar di Hotel Claro, Makassar, pada 25-26 Maret 2026.
Ady menegaskan, acara ini bukan hanya ajang silaturahmi biasa. Menurutnya, ini adalah momentum strategis untuk memperkuat jaringan ekonomi, memperluas kolaborasi usaha, serta membangun kontribusi bagi daerah asal dan daerah rantau.
“Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ini adalah ruang besar bagi kita semua untuk bersatu, saling menguatkan, dan membuka peluang-peluang ekonomi baru. Saya mengajak seluruh warga KKSS di Kepri untuk berpartisipasi aktif dan menyukseskannya,” ujar Ady dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
PSBM merupakan agenda tahunan yang digagas KKSS dan rutin digelar usai Idulfitri. Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan ini berlangsung pada 9–11 April 2025 di Makassar. Ribuan saudagar serta perantau asal Sulawesi Selatan dari seluruh Indonesia hingga luar negeri turut hadir.
Forum ini menjadi ajang strategis bagi pengusaha, tokoh masyarakat, hingga pemangku kebijakan untuk mempererat hubungan sekaligus membahas peluang investasi dan pengembangan ekonomi daerah.
Ady menilai semangat kolaborasi dalam PSBM sangat relevan dengan tantangan saat ini. Ia menyebut konektivitas antar pelaku usaha menjadi kunci menghadapi persaingan global.
“Orang Bugis-Makassar dikenal sebagai saudagar tangguh. Melalui forum ini, kita bisa saling terkoneksi, bertukar pengalaman, bahkan membangun kerja sama konkret lintas daerah,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda KKSS. Menurutnya, kehadiran mereka penting agar semangat kewirausahaan dan nilai-nilai budaya tetap terjaga.
Lebih lanjut, Ady berharap keikutsertaan warga KKSS Kepri tidak sekadar hadir. Ia ingin mereka membawa gagasan dan kontribusi nyata yang berdampak bagi pembangunan daerah.
“Ini bukan sekadar kumpul-kumpul. Ini adalah panggung besar untuk menunjukkan bahwa saudagar Bugis-Makassar tetap menjadi kekuatan ekonomi yang diperhitungkan di Indonesia,” pungkasnya.
PSBM telah berlangsung puluhan kali dan menjadi salah satu forum terbesar diaspora Sulawesi Selatan. Dalam satu pelaksanaan, jumlah pesertanya bisa mencapai lebih dari 2.000 orang.