Karimun – Suasana di Hotel Holiday, Tanjungbalai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat, 28 November 2025 petang tadi, tidak seperti biasa.
Kehadiran delegasi dari Koperasi Pembangunan Daerah Petaling Berhad, Malaysia, menandai dimulainya sebuah babak baru penjajakan kerja sama ekonomi antara kedua wilayah yang dipisahkan oleh selat, namun memiliki ikatan budaya yang erat.
Kunjungan ini merupakan langkah nyata untuk menjalin sinergi bisnis antara koperasi di Karimun dengan rekanannya dari “Negeri Jiran”.
“Jadi tujuan kita ke Karimun ini untuk menjajaki kerja sama bisnis antara koperasi di Karimun, dengan Koperasi dari Selangor, Malaysia,” ujar Ketua Koperasi, Puan Dr. Hajah Hayati bt Muhammad Saleh, dengan penuh semangat.
Rasa antusiasme yang sama terpancar dari rekan delegasinya, Mohd. Wazir Jahilan. Bagi Wazir, ini adalah kali pertama ia menjejakkan kaki di Bumi Berazam.
“Perasaan gembira, sebelumnya saya baru pertama kali ke Karimun. Ketika saya sampai di sini, banyak peluang-peluang yang dapat dijalankan antara Malaysia dan Karimun, salah satunya di bidang pariwisata, dan hasil-hasil laut,” tutur pria yang menjabat sebagai Ahli Lembaga di Koperasi Pembangunan Daerah Petaling, khususnya di bidang pertanian dan perniagaan.
Di balik senyum dan rasa kagumnya pada Karimun, Wazir menyimpan sebuah misi bisnis yang jelas dan mendesak: mencari pasokan hasil laut, khususnya kerang.
“Tujuan utama saya ke sini, salah satunya adalah mencari hasil laut yang ada di Karimun yang nantinya dapat di ekspor ke Malaysia. Salah satunya makanan kerang dari Karimun ini banyak sekali, yang dapat dibawa ke Malaysia,” jelasnya.
Kebutuhan itu muncul bukan tanpa alasan. Wazir mengungkapkan bahwa di tempatnya, Malaysia, sedang terjadi kelangkaan pasokan kerang secara mendadak.
“Banyak kekurangan jumlah kerang secara mendadak yang diakibatkan dari pencemaran air laut, akibat dari banyaknya perusahaan industri menyebabkan terjadinya pencemaran laut, sehingga banyak biota laut yang hilang. Jadi kita mencari alternatifnya ke Karimun ini,” paparnya, menggambarkan bagaimana sebuah masalah lingkungan di satu tempat membuka peluang ekonomi di tempat lain.
Selain komoditas laut, delegasi Malaysia ini juga tertarik untuk menyelami potensi pariwisata dan kuliner Karimun. Mereka melihat Karimun bukan hanya sebagai sumber bahan baku, tetapi juga sebagai destinasi yang menjanjikan.
“Jadi kita di sini ingin melihat-lihat langsung potensi ekonomi di bidang pariwisata dan kuliner. Karimun ini juga menjadi surga pemancing dengan jarak tempuh yang sangat dekat dengan Malaysia sehingga dapat menghemat budget,” tambah Nazir, menyoroti nilai strategis lokasi Karimun yang berdekatan dengan Malaysia.
Kedatangan delegasi koperasi Malaysia ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Karimun. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Karimun, Basori, yang hadir dalam pertemuan tersebut, menyambut hangat inisiatif kerja sama ini.
Dalam kesempatan tersebut hadir juga Haji Abdul Latif Ketua Koperasi Karimun yang juga merangkap ketua HNSI Kabupaten Karimun.
Sambutan positif ini mengindikasikan iklim investasi yang kondusif dan kesiapan Karimun untuk menjajaki peluang kemitraan yang saling menguntungkan.
Kunjungan singkat ini ibarat benih yang ditanam di tanah yang subur. Jika dirawat dengan komitmen dan perencanaan yang matang, bukan tidak mungkin kolaborasi antara koperasi Karimun dan Selangor ini akan tumbuh menjadi pohon yang rindang, menghasilkan buah berupa peningkatan ekonomi, pertukaran budaya, dan kemakmuran bagi masyarakat di kedua belah pihak.
Dari Selangor membawa misi, di Karimun mereka temukan harapan dan peluang yang menggiurkan.
Source: Defran