Menu

Mode Gelap

Warta · 28 Jun 2023 11:44 WIB

KTNA Dorong Penerapan Biosaka Bagi Petani di Karimun


					Ketua KTNA Kepri, Amirullah. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Ketua KTNA Kepri, Amirullah. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) provinsi Kepulauan Riau, akan segera menerapkan pupuk alami terhadap tanaman berupa cairan Biosaka bagi petani yang ada di Kabupaten Karimun.

Biosaka ini merupakan singkatan dari kata Bio simbol tumbuhan dan SAKA atau “Selamatkan Alam Kembali ke Alam”. Cairan multifungsi ini pertama kali ditemukan oleh petani asal Blitar, Jawa Timur pada 2019 lalu.

ADVERTISEMENT

Ketua KTNA Kepri, Amirullah, mengatakan pupuk organik ini dinilai lebih ramah lingkungan karena tanpa adanya kandungan zat kimia dan bisa digunakan untuk semua jenis tanaman.

“Biosaka ini satu media yang bisa melebatkan buah, menyuburkan batang tanaman. Dia seperti cairan yang akan disemprotkan ke tanaman. Sifatnya alami,” ujar Amirullah, Rabu (28/6).

Ia menjelaskan, penerapan Biosaka ini diadopsi dari hasil Pekan Nasional (PENAS) di Sumatra Barat pada 10-15 Juni 2023 lalu yang dihadiri oleh seluruh petani dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari diskusi-diskusi kita salah satunya Biosaka ini lah yang kita peroleh. Jadi pertukaran informasi di sana kita bisa bawa kembali ke daerah kita untuk dikembangkan,” terangnya.

Secara teknis, kata dia, proses pembuatan cairan Biosaka ini dilakukan dengan cara meremas dedaunan atau rerumputan di dalam air kurang lebih 5 liter selama kurang lebih 10-15 menit sampai tercampur homogen tidak mengendap, tidak berubah warna menjadi bening dan tidak mengeluarkan gas meskipun disimpan dalam waktu yang lama.

“Dedaunan itu ambil sekira lima macam, lalu direndam di air hingga minimal 10 menit. Air akan berubah warna menjadi hijau,” terangnya.

“Menariknya keikhlasan pembuatnya akan mempengaruhi warna air. Kalau dia tulus ikhlas air akan hijau, kalau tidak akan berwarna merah. Ini real terjadi,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Air yang dihasilkan ini yang kemudian disemprotkan ke tanaman yang ingin dikembangkan. Cairan ini nantinya akan memberikan nutrisi terhadap tanaman.

“Airnya ini yang disemprot atau dianginkan kepada tanaman yang akan kita kembangkan. Terbukti dari penerapan sebelumnya hasil tanaman lebih berkualitas,” ucapnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

SAR Natuna Tutup Siaga Khusus Idul Fitri 1445 H: Semua Lancar dan Aman

19 April 2024 - 16:50 WIB

IMG 20240419 WA0005 11zon

Tahun 2024, Pemda Bintan Targetkan Cover BPJS Ketenagakerjaan Gratis Bagi 3.000 Pekerja Rentan

19 April 2024 - 14:47 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan

Wanita 55 Tahun Asal Rengat Terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh, Begini Kisahnya

18 April 2024 - 14:49 WIB

Polisi menemui Yuliati yang terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh

Tarif Kapal Roro Rute Karimun – Sei Pakning untuk Penumpang dan Kendaraan

18 April 2024 - 09:32 WIB

IMG 20240418 WA0001

Arus Balik Mudik, Penumpang Padati Pelabuhan Roro Parit Rempak Karimun

18 April 2024 - 09:25 WIB

IMG 20240418 WA0006 11zon

Kapal MV Layar Anggun 8 Terbakar di Perairan Berakit

17 April 2024 - 19:06 WIB

IMG 20240417 WA0007 11zon
Trending di Warta