Menu

Mode Gelap

Warta · 15 Sep 2023 13:59 WIB

LAM Kepri Tetap Teguh Tolak Relokasi 16 Rempang dan Galang


					Musyawarah seluruh pengurus LAM Kepri menyikapi polemik mengenai rencana investasi Rempang Eco City. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Musyawarah seluruh pengurus LAM Kepri menyikapi polemik mengenai rencana investasi Rempang Eco City. Foto: Ismail/kepripedia.com

Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan tetap teguh menolak rencana relokasi 16 kampung tua di Pulau Rempang dan Galang, Batam.

Ketua I LAM Kepri, Atmadinata, menyampaikan hingga kini pihaknya masih teguh memegang maklumat hasil musyawarah seluruh pengurus menyikapi polemik mengenai rencana investasi Rempang Eco City.

ADVERTISEMENT

“Kami masih tegak lurus (teguh) dengan 6 poin maklumat kemarin,” tegasnya kepada awak media di Sekretariat LAM Kepri, Jalan Haji Agus Salim Tanjungpinang, Jumat (15/9).

Selain itu, Atmadinata, juga membantah isu yang menyebut bahwa LAM Provinsi Kepri mendukung kebijakan relokasi 16 kampung tua di kawasan tersebut.

Menurutnya, meskipun LAM Kepri mendukung rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah. Namun, kebijakan tersebut tentu harus mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu, ia berharap BP Batam dan pemerintah daerah mencarikan solusi terbaik untuk masyarakat melayu di 16 kampung tua di Rempang dan Galang.

“Harapan kami pemerintah daerah dan BP Batam dapat bertemu Pemerintah Pusat untuk mencari solusi terbaik,” sebutnya.

Diketahui, sebelumnya LAM Provinsi Kepri mengeluarkan maklumat terkait gejolak yang terjadi di masyarakat melayu akibat rencana relokasi 16 kampung di Pulau Rempang dan Galang  untuk pengembangan proyek Rempang Eco City, Batam.

Adapun 6 poin maklumat yang ditekankan yakni. Pertama, LAM Kepri sebagai payung negeri, sepenuhnya mendukung program pemerintah pusat maupun daerah di segala bidang.

ADVERTISEMENT

Kemudian, LAM Kepri meminta dibatalkan relokasi 16 kampung tua masyarakat melayu, yang ada di Pulau Rempang dan Pulau Galang.

Ketiga, membebaskan seluruh masyarakat yang ditahan akibat peristiwa yang terjadi pada 7 September 2023. Lalu, LAM Kepri mengutuk keras tindakan refresif, intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh tim gabungan terhadap masyarakat Pulau Rempang dan Galang.

LAM Kepri mendesak Presiden RI, Kapolri, Panglima TNI, DPR RI, Kapolda Kepri, Gubernur Kepri dan instansi terkait lainnya, untuk menghentikan segala tindakan kekerasan.

ADVERTISEMENT

Mendesak Pemerintah membuat kesepakatan tertulis dengan masyarakat melayu Pulau Rempang dan Galang, terkait dampak jangka pendek dan jangka panjang dari proyek strategis Nasional di Pulau Rempang dan galang.

Terakhir, LAM Kepri mendukung jika Pemerintah pusat maupun Batam melakukan investasi. Namun, ia tetap menolak jika masyarakat yang sudah tinggal ratusan tahun di Rempang dan Galang di relokasi.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

SAR Natuna Tutup Siaga Khusus Idul Fitri 1445 H: Semua Lancar dan Aman

19 April 2024 - 16:50 WIB

IMG 20240419 WA0005 11zon

Tahun 2024, Pemda Bintan Targetkan Cover BPJS Ketenagakerjaan Gratis Bagi 3.000 Pekerja Rentan

19 April 2024 - 14:47 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan

Wanita 55 Tahun Asal Rengat Terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh, Begini Kisahnya

18 April 2024 - 14:49 WIB

Polisi menemui Yuliati yang terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh

Tarif Kapal Roro Rute Karimun – Sei Pakning untuk Penumpang dan Kendaraan

18 April 2024 - 09:32 WIB

IMG 20240418 WA0001

Arus Balik Mudik, Penumpang Padati Pelabuhan Roro Parit Rempak Karimun

18 April 2024 - 09:25 WIB

IMG 20240418 WA0006 11zon

Kapal MV Layar Anggun 8 Terbakar di Perairan Berakit

17 April 2024 - 19:06 WIB

IMG 20240417 WA0007 11zon
Trending di Warta