Menu

Mode Gelap

Warta · 13 Mar 2022 22:30 WIB ·

Listrik di Batam Kerap Mati Dalam Seminggu Terakhir, Ternyata Ini Penyebabnya


 Petugas sedang memperbaikan kontak listrik. Foto: Dok Bright PLN Batam Perbesar

Petugas sedang memperbaikan kontak listrik. Foto: Dok Bright PLN Batam

ADVERTISEMENT
advertisement

Selama satu pekan ini, sejumlah wilayah di kota Batam mengalami pemadam bergilir atau aliran listrik mati dengan durasi di atas 2 jam.

“Ini sudah dua pekan listrik kerap mati-mati dengan durasi dua jam lama. Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu ke pelanggan,” keluh Efri, warga Sagulung, Batam, Minggu (13/3).

Ia mengaku di rumahnya bisa padam saat siang hari dan juga bahkan hingga malam hari. Menurutnya, kejadian ini sangat mengecewakan dirinya sebagai pelanggan yang tidak pernah telat membayar tagihan listrik.

“Sangat kecewa, kita tidak pernah telat bayar tagihan listrik. Tahu listrik kerap padam, jika kita telat bayar maka meteran diputus,” kata dia.

ADVERTISEMENT
advertisement

Senada, Rino warga lain menyebutkan jika ada gangguan listrik sebaiknya dari Bright PLN Batam terlebih dahulu diinformasikan agar dapat diketahui pelanggan.

“Ini tiba-tiba mati saja siang hari. Tadi malam satu jam mati,” katanya.

ADVERTISEMENT

Ia pun berharap agat Bright PLN Batam dapat meningkatkan kualitasnya. Terlebih sebentar lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan, di mana menurutnya listrik sangat dibutuhkan masyarakat.

Penjelasan Bright PLN Batam

Vice President of Public Relations Bright PLN Batam, Bukti Panggabean, membenarkan terjadinya pemadam listrik dengan durasi dua jam hingga tiga jam sejak awal Maret ini.

Hal itu disebabkan oleh salah satu unit pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) Mitra Energi Batam (MEB) di Panaran mengalami gangguan.

ADVERTISEMENT

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa pemadaman listrik yang terjadi di Batam dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir,” kata dia dalam pesan tertulis diterima kepripedia.

Dengan gangguan mesin berbahan gas uap minggu lalu, lanjutnya, mengakibatkan PLN Batam mengalami kekurangan daya sebesar 11 sampai dengan 22 Mega Watt (MW) atau pemadaman sebesar 4.5 persen dari total kebutuhan listrik di Pulau Batam dalam dua minggu terakhir.

“Saat ini, petugas sedang berupaya maksimal untuk memperbaiki gangguan tersebut. Sistem kelistrikan di Batam ditopang oleh mesin utama berbahan bakar uap dan gas di samping pembangkit-pembangkit diesel dengan kapasitas kecil yang tersebar di pulau Batam,” ujar Bukti.

ADVERTISEMENT

Dia menyebutkan, hingga saat ini PLN Batam masih terus mengupayakan perbaikan gangguan pada mesin serta secara paralel mendatangkan komponen mesin dari Firlandia.

Sementara itu, PLN Batam juga telah mempersiapkan solusi jangka panjang dengan mempercepat pembangunan PLTG Baloi sebesar 30 MW yang rencananya akan rampung pada pertengahan April 2022 ini.

“Oleh sebab itu, untuk beberapa waktu ke depan akan melakukan manajemen beban. Pada waktu beban puncak siang sekitar pukul 13:00 WIB s/d 15.00 WIB akan dilakukan manajemen beban sebesar 11 MW, bisa meningkat 22 MW jika cuaca terik di siang hari. Selain itu pemadaman terencana diusahakan tidak terjadi pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas dan waktu istirahat pelanggan,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 475 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Remaja 18 Tahun Ditangkap Diduga Menjadi Penadah Motor Curian

30 September 2022 - 09:49 WIB

Bea Cukai dan Police Guard Singapura Bertemu di Laut

30 September 2022 - 09:43 WIB

Seluruh DPC HKTI Minta Alias Wello Kembali Pimpin HKTI Kepri

30 September 2022 - 08:47 WIB

Tambang Pasir Darat di Meral Barat Disebut Resahkan Warga Karena Cemari Air

29 September 2022 - 18:41 WIB

Mulai 1 Oktober, Motor di Kawasan FTZ di Kepri Gunakan TNKB Hijau

29 September 2022 - 16:35 WIB

Kemenparekraf Anugrahi Bintan Resort Penghargaan IST

29 September 2022 - 05:39 WIB

Trending di Warta
advertisement