Panggilan Terakhir Seorang Suami Sebelum Ditemukan Tak Bernyawa di Kontrakan di Karimun

Senin sore 17 November 2025 menjadi hari yang diselimuti ketegangan bagi warga Perumahan Sinar Indah I, Teluk Uma, Karimun. Seorang pria, IL (40), yang merupakan karyawan PT Saipem, ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kontrakan yang terkunci rapat.

Tragedi ini menyimpan kisah pilu, diawali dengan panggilan telepon terakhir korban kepada sang istrinya, beberapa jam sebelum jasadnya ditemukan.

ADVERTISEMENT

Menurut keterangan Azman (55), petugas keamanan setempat, drama bermula ketika istri korban yang sedang berada di Batam menerima telepon darurat dari suaminya pada Senin pagi.

“Tadi pagi korban menelepon istrinya yang sedang berada di Batam mengeluhkan rasa sesak nafas,” ungkap Azman.

Diliputi kekhawatiran, sang istri segera meminta bantuan tetangga terdekat di Karimun untuk mengecek kondisi suaminya. Permintaan tolong inilah yang membuka tabir penemuan tragis tersebut.

Pukul 16.15 WIB, Azman bersama sejumlah tetangga tiba di lokasi, rumah kontrakan yang baru ditempati IL selama kurang dari dua bulan. Mereka mendapati pintu dan jendela terkunci dari dalam.

Melihat kondisi yang mencurigakan, mereka memutuskan untuk mendobrak masuk.

“Kami masuk bongkar sama-sama dengan tetangga, beramai-ramai tadi,” kata Azman, menggambarkan momen tegang saat mereka berusaha membuka akses ke dalam rumah.

Pemandangan yang menyambut mereka sangat memilukan. IL ditemukan tergeletak tak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya. Kondisinya tragis, tanpa sehelai benang pun.

ADVERTISEMENT

“Saat dicek sudah tergeletak di kamar, di atas kasur. Tubuhnya tidak mengenakan pakaian,” tambahnya.

Ironisnya, korban diketahui baru saja kembali dari Batam sehari sebelumnya.

“Semalam dia last ferry dari Batam. Sore semalam baru balik dari Batam,” jelas

ADVERTISEMENT

Azman, mengindikasikan bahwa korban mungkin baru beberapa jam berada di kontrakan sebelum menghembuskan napas terakhirnya.

Korban yang bekerja di PT Saipem ini biasanya tinggal bersama istrinya, yang saat penemuan terjadi sedang berada di Batam.

Saat ini, jasad IL telah dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian, sementara pihak kepolisian telah memulai penyelidikan di lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement