Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 18 Apr 2022 16:56 WIB ·

Pelangsir Solar di Batam Modif Tangki Mobil, Mampu Tampung hingga 500 Liter


 Konferensi pers pengungkapan kasus pelangsir dan penimbun solar subsidi di Batam. Foto: Dok Polda Kepri Perbesar

Konferensi pers pengungkapan kasus pelangsir dan penimbun solar subsidi di Batam. Foto: Dok Polda Kepri

ADVERTISEMENT
advertisement

Jajaran Direskrimsus Polda Kepri berhasil membongkar kasus penimbunan minyak solar BBM subsidi dengan modus mengunakan mobil angkutan umum. Dalam kasus ini terdapat tiga orang yang turut diamankan polisi yakni berinisial TK selaku pemilik mobil beserta sopirnya inisial SN dan RK.

Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri, Nugroho Agus Setiawan, menyebutkan kasus ini dapat terkuak setelah polisi mendapatkan informasi kelangkaan BBM solar subsidi di Batam beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Jadi saat anggota Subdit IV melakukan pemantauan di SPBU wilayah Sagulung, satu mobil melakukan pengisian. Penumpang tidak ada sehingga dilakukan pengecekan ditemukan tangki telah dimodifikasi,” katanya didampingi Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha dan Paur Penmas Polda Kepri, dalam jumpa pers, Senin (18/4).

Baca: Diduga Langsir dan Timbun BBM Subsidi, 3 Mobil di Batam Diamankan Polisi

ADVERTISEMENT
advertisement

Setelah melakukan pengecekan terhadap kejanggalan yang ada, didapati ternyata tangki mobil telah dimodifikasi di mana mampu menampung minyak hingga 500 liter.

“Mereka ini membeli minyak mengunakan kartu fuel card atau brizzi yang telah diubah menggunakan sticker sehingga menyerupai dan bisa digunakan untuk isi BBM,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam kasus ini, polisi turut menyita barang bukti ditangan pelaku yakni solar sebanyak 1.100 liter dan
sejumlah kartu fuel card serta mobil merah yang merupakan angkot rute Dapur 12 serta struk pembayaran solar dari SPBU.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 40 Angka 9 UU nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, sebagai mana diubah pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman 6 tahun penjara atau denda Rp 60.000.000.000.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 3.646 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

3 dari 7 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan Merupakan Ayah dan Anak

6 Juli 2022 - 20:53 WIB

Kepergok Curi Kipas Angin, Maling di Batam Diamankan dan Diikat Warga

6 Juli 2022 - 20:35 WIB

Setelah Viral Dirusak, Kini Polisi Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pelantar Tempat Wisata Kota Rebah

6 Juli 2022 - 13:22 WIB

7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

5 Juli 2022 - 22:01 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Motor di Batam Ini Ditangkap

4 Juli 2022 - 21:50 WIB

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor yang Beraksi di Tanjungpinang dan Bintan

4 Juli 2022 - 16:47 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor
Trending di Hukum Kriminal
advertisement