Menu

Mode Gelap

Warta · 14 Des 2021 20:00 WIB ·

Pemko Batam Gelar Operasi Pasar Selama 5 Hari


 Anggota Babinsa meberikan masker ke salah satu warga. Foto: Zalfirega/kepripedia.com
Perbesar

Anggota Babinsa meberikan masker ke salah satu warga. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Operasi pasar yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari Disperindag kota Batam di wilayah Batu Aji dan Sagulung kurang memikat masyarakat. Pasalnya harga komoditi yang dijual hanya berbeda tipis dengan harga pasar.

Di lokasi operasi pasar di lapangan Parkir Radar Cafe Perum Griya Prima, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batu Aji misalkan, hanya beberapa orang saja yang terlihat datang.

“Harga yang dijual selisih dua ribu dan tiga ribu aja semua. Bagus kita belanja di pasar kaget,” kata Erna warga Batu Aji, Selasa (14/12).

Sementara di depan kawasan ruko ABC, Kecamatan Sagulung terlihat antusias ibu-ibu yang datang ke bazar sembako tersebut. Namun beberapa dari mereka mengaku hanya melihat-lihat saja untuk membandingkan harga.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kita lihat aja, kalau murah baru kita beli, tapi kalau selisih sedikit harga dengan pasar bagus di pasar kaget aja kita beli lagi,” ujar Desi warga lainya.

Kendati begitu mereka berharap untuk ke depan Pemerintah Kota Batam mengadakan operasi pasar yang memang meringankan beban biaya belanjaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Plt Camat Sagulung, Muhammad Hafiz Rozie, menyebutkan bahwa operasi TPID digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru mendatang.

“Inilah salah satu upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi,” katanya.

“Tadi pembukaan operasi dibuka Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Kadis Perindag,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Dia mengakui harga yang dijual pada operasi pasar beda selisih sedikit dengan harga pasaran. Namun ia menyebut selama dibuka dari pagi hingga siang hari warga Sagulung dari penjuru tetap memburu.

Dia menjelaskan di lokasi barang yang dijual distributor beras Rp 60.000/5kg, gula pasir Rp 12.500/kg, daging ayam Rp 30.000/kg, bawang putih Rp 12.000/kg, cabai merah Rp 47.000/kg, sayur kangkung Rp 7.000/kg, Mie Instan : Rp 500/bungks, minyak goreng Rp 14.000/liter, susu Rp 7.000/klg serta gas 3 kg Rp 18.000 ribu.

Sementara itu terlihat, Babinsa 20 Sungai Pelunggut Koramil O2/BB Serda Alex menghimbau warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena situasi masih pandemi.

ADVERTISEMENT

“Kita tetap imbau warga untuk tetap patuhi protokol kesehatan. Jika warga yang datang tak mengunakan masker maka kita akan berikan (masker),” kata Serda Alex.

Sebelumnya pemerintah Batam mulai menggelar pasar murah selama lima hari sejak tanggal 13 hingga 18 Desember 2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan barang pokok menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

“Jadi dengan adanya operasi pasar ini dapat meringankan beban masyarakat dengan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” kata Kepala Disperindag Batam Gustian Riau beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 79 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

Baca Lainnya

Pemprov Kepri Salurkan Bantuan untuk Mubaligh se Kepri, Masing-masing Rp 1 Juta

4 Desember 2022 - 15:58 WIB

Hasil Visum Pemilik Kartu Pers yang Tewas Tergantung di Batam: Tidak Ada Tanda Kekerasan

4 Desember 2022 - 14:13 WIB

Sepanjang 2022, 36 Ribu Lahan di Kepri Selesai Disertifikasi

4 Desember 2022 - 13:35 WIB

Seorang Pelajar di Karimun Meninggal Terseret Arus Parit

3 Desember 2022 - 22:29 WIB

Limbah Minyak Cemari Wilayah Tanjunguncang Batam

3 Desember 2022 - 22:14 WIB

Sejumlah Wilayah Batu Aji Terendam Banjir

1 Desember 2022 - 23:02 WIB

Trending di Warta
advertisement