Menu

Mode Gelap

Warta · 28 Jun 2022 21:22 WIB ·

Penggunaan KTP saat Beli Minyak Goreng Curah Dikeluhkan Warga Tanjungpinang


 Ilustrasi penyaluran minyak goreng curah. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi penyaluran minyak goreng curah. Foto: Ismail/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR) cukup dikeluhkan masyarakat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kebijakan tersebut bahkan dinilai memperumit masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng curah dengan harga murah.

Meskipun saat ini kebijakan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah di Tanjungpinang belum dilakukan. Namun, beberapa pekan belakangan masyarakat Tanjungpinang wajib menunggunakna KTP untuk mendapatkan minyak goreng curah di tingkat pengecer.

Salah satu warga, Fatimah, mengaku agak keberatan dengan diterapakannya kebijakan tersebut di masyarakat. Menurutnya, saat ini saja dengan kewajiban KTP saat membeli saja sudah dinilai ribet, ditambah lagi dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

“Dengan KTP ini saja sudah agak ribet. Kita biasanya beli langsung bayar, kalau pakai ini itu ribet sekali,” katanya saat ditemui di salah satu lokasi pengecer minyak goreng di kawasan Jalan Yos Sudarso, Tanjungpinang, Selasa (28/6).

ADVERTISEMENT
advertisement

Ia menyebut, saat ini pembelian minyak goreng curah memang sudah dibatasi maksimal 10 liter per orang dalam sehari. Dengan harga Rp 14 ribu per liter.

“Meski ribet, tapi mau tak mau kita penuhi juga. Daripada membeli yang mahal,” ucap Fatimah.

ADVERTISEMENT

Keluhan yang sama juga diungkapkan Eka, warga Jalan Usman Harun Tanjungpinang. Berbeda dengan Fatimah, Eka bahkan tidak mau ribet dengan membeli minyak goreng curah dengan harga murah.

Ia lebih memilih membeli minyak goreng kemasan dengan harga standar mulai dari Rp 23 ribu per liter.

“Saya tidak mau ribet, jadi lebih memilih beli minyak goreng kemasan saja,” sebutnya.

ADVERTISEMENT

Penjual minyak goreng, Selly chen, mengatakan antusias masyarakat membeli minyak goreng curah cukup banyak. Terutama, kalangan pedagang gorengan, pecel lele, kerupuk dan lainnya. Disebutnya, dalam kurun waktu 2-3 hari pihkany bisa menjual hingga 20 dirigen minyak goreng curah.

“Kami batasi, setiap KTP hanya boleh 10 liter per hari. Kami jual per liter Rp 14 ribu, kalau per kilogram Rp 15.500 ,” ujarnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 37 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Wabup Lingga Temui BPH Migas Minta Penambahan Kuota BBM

10 Agustus 2022 - 07:14 WIB

Pengungsi Afghanistan Demo di Imigrasi Batam, Kibarkan Bendera Amerika hingga Kanada

9 Agustus 2022 - 18:11 WIB

Kapal Feri dari Lingga Tidak Beroperasi, Penumpang Batal Berangkat hingga Tiket Pesawat Hangus

9 Agustus 2022 - 12:10 WIB

APBD-P Karimun 2022 Ditaksir Rp 1,3 Triliun, Target Belanja Naik 11,2 Persen

9 Agustus 2022 - 12:07 WIB

Kapal Bawa Rombongan Gubernur Kepri Kandas di Bintan Pesisir

8 Agustus 2022 - 20:45 WIB

Sambut Hari Kemerdekaan RI, Warga Sagulung Gelar Fun Day

7 Agustus 2022 - 22:01 WIB

Trending di Warta
advertisement