Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 2 Des 2023 15:22 WIB

Pengusaha Depot Air Galon Curhat ke Ketua DPRD Batam


					Para pengusaha galon air menemui ketua DPRD Kota Batam. Foto: Istimewa Perbesar

Para pengusaha galon air menemui ketua DPRD Kota Batam. Foto: Istimewa

Para pengusaha depot air minum di Batam resah. Usaha mereka terancam tutup. Pasalnya, usaha mereka digempur pengusaha air minum skala besar yang masif masuk ke lingkungan tempat tinggal dan menjual air minum per galonnya dengan harga relatif sama.

Keluhan pengusaha yang tergabung dalam Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Perkumpulan Dunia Air Minum Indonesia (DPC Perdamindo) Kota Batam itu pun disampaikan ke DPRD Batam dengan bersilaturahmi dengan pimpinan DPRD Batam, Selasa (28/11/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut mereka, usaha yang dijalankan sudah dikuasai oleh pengusaha air minum yang berkapasitas besar. Bahkan kini penjualan mereka turun drastis.

“Sekarang penjualan kami bisa dihitung jari tangan,” kata Ketua DPC Perdamindo Kota Batam, Togi Siahaan, pada Ketua DPRD Batam, Nuryanto dalam keterangan resmi.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto saat berdialog dengan pengusaha depot air minum Batam.

Dikatakan Togi, asosiasi ini menjadi wadah pelaku usaha air minum sebanyak 50 pelaku usaha air minuman skala kecil. Dengan gempuran pengusaha besar tersebut Pemerintah Kota Batam agar mengeluarkan regulasi dan melindungi usaha kecil di Kota Batam.

“Harga yang kami jual saat ini sudah minim Rp 5 ribu per galon. Kami meminta kepada Pemerintah membuat regulasi harga serta regulasi distribusi ke pelanggan,” harapnya.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, SH, MH menanggapi keluhan dari masyarakat yang tergabung dalam Asosiasi dan akan melakukan mediasi kepada pelaku usaha air minum di Kota Batam. Termasuk Dinas yang mengeluarkan izin dan edar usaha air minum di Kota Batam. DPRD Kota Batam sebagai penyambung lidah akan memfasilitasi keluhan masyarakat tersebut.

“Dewan akan mengundang Disperindag, Dinkes, PTSP serta pelaku usaha air minum di Kota Batam,” kata Nuryanto.

ADVERTISEMENT

Diakui Nuryanto, pelaku usaha air minum saat ini sudah banyak yang gulung tikar. Jika tidak segera ditangani dan dapat perhatian dari pemerintah persoalan ini akan terus menghantui pelaku usaha air minum yang berskala kecil. Pemerintah Kota mestinya memberikan perlindungan hukum dan kepastian regulasi terkait pelaksanaan usaha kecil di bidang air minum.

“Namanya usaha setiap orang boleh dan tidak dibatasi. Namanya orang berusaha. Sampai sejauh ini blum ada aturan melarang. Sama-sama berusaha. Tapi,  muncul aspirasi dari masyarakat di mana pengusaha besar masuk ke wilayah dan membunuh usaha mikro. Ini yang harus jadi perhatian. Semangatnya usaha besar jalan usaha mikro juga jalan. Ini problem yang mesti diatur oleh Pemerintah Kota,” kata Nuryanto.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Disperindag Karimun: 22.960 Tabung LPG 3 Kg Terus Didistribusikan ke Masyarakat

15 Juni 2024 - 14:39 WIB

IMG 20240615 WA0040 11zon

Menteri ESDM Pastikan Prospek PT Saipem Dukung Ekspansi Pengeboran Minyak dan Gas

14 Juni 2024 - 09:41 WIB

Point Blur May162024 132659 11zon

DKP Kepri Cabang Karimun Sediakan 1 Ton Ikan Gelar Bazar Murah

11 Juni 2024 - 12:40 WIB

IMG 20240611 WA0007 11zon

Warga Batam Wajib Pakai ‘Fuel Card’ Saat Isi BBM Pertalite, Catat Mulai Berlakunya!

5 Juni 2024 - 13:35 WIB

IMG 20240605 WA0010

Relaksasi HET Beras Premium dan Medium Terbaru, di Kepri Naik Segini

4 Juni 2024 - 10:11 WIB

Ilustrasi beras

Jelang Idul Adha 1445 H, Pedagang Sapi di Karimun Mulai Banjir Pesanan

22 Mei 2024 - 14:52 WIB

IMG 20240521 114434 11zon
Trending di Ekonomi Bisnis