Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 16 Mar 2023 13:22 WIB

Polisi Gagalkan Pengiriman PMI Ilegal ke Kamboja untuk Jadi CS Judi Online


					Konferensi pers pengungkapan kasus pengiriman PMI ilegal ke Kamboja untuk jadi CS judi online. Foto: Dok Polda Kepri Perbesar

Konferensi pers pengungkapan kasus pengiriman PMI ilegal ke Kamboja untuk jadi CS judi online. Foto: Dok Polda Kepri

Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri berhasil menggagalkan pengiriman 10 Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural alias ilegal melalui Batam ke Kamboja.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan 2 orang diduga pengurus pengiriman PMI Ilegal tersebut. Yakni, DF dan S yang ditangkap di Pelabuhan Internasional Harbourbay Batam, Minggu (12/3) kemarin.

ADVERTISEMENT

Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun mengungkapkan, DF dan S memiliki peran yang sama yaitu sebagai pengantar korban sampai ke Negara Malaysia. Keduanya mendapat keuntungan sebesar Rp 500.000 setiap pemberangkatan.

Sementara untuk biaya pembuatan paspor, tiket pesawat, penginapan, makan, dan tiket kapal ke Negara Malaysia untuk 10 calon PMI ilegal yang dibawanya, ditanggung oleh A alias B yang kini DPO dan diduga berada di Kamboja.

″Dengan modus tour travel, tersangka melakukan pengurusan hingga pemberangkatan PMI ilegal ke luar negeri (Kamboja) melalui Malaysia untuk bekerja sebagai customer service judi online dengan gaji USD 700,″ ujar Irjen Pol Tabana Bangun dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (15/3).

Dari kasus ini, polisi turut menyita 22 paspor Republik Indonesia, 2 unit handphone, 10 tiket pesawat Lion Air dari Medan ke Batam, 22 tiket kapal dan boarding pass ke Malaysia, serta sebuah mobil.

Selain itu sejumlah uang, yang terdiri dari Rp. 9.950.000, dan uang RM. 2.085 ringgit Malaysia.

“Polda Kepri akan terus melakukan upaya pencegahan dan edukasi terkait penanggulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal,” tegas Kapolda Kepri tersebut.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 81 Jo pasal 83 undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000 dan/atau pasal 4 Jo pasal 10 undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp.120.000.000 dan paling banyak Rp. 600.000.000.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Keluarga Mendiang Halimah hingga Kini Belum Terima Hasil Autopsi

29 Februari 2024 - 10:06 WIB

IMG 20240219 WA0015 11zon

Keluarga Halimah Diperiksa POM TNI AD Karimun Selama 3 Jam, Didampingi Kuasa Hukum

29 Februari 2024 - 07:32 WIB

IMG 20240229 WA0001 11zon

Sindikat Curanmor di Tanjungpinang Diringkus Polisi

26 Februari 2024 - 13:46 WIB

IMG 20240226 112753 241 11zon

Kasus Kematian Janda Muda di Karimun Dilimpahkan ke Polisi Militer

24 Februari 2024 - 10:34 WIB

IMG 20240220 WA0001 11zon

Satgas Anti Mafia Bola Polri Serahkan 4 Tersangka Judi Online ke Kejari Batam

22 Februari 2024 - 17:51 WIB

Tersangka judi online bola diserahkan ke Kejari Batam

3 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Ditetapkan DPO, Ini Ciri-cirinya

22 Februari 2024 - 16:33 WIB

2 dari 3 DPO pelaku pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
Trending di Hukum Kriminal