Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 6 Jan 2022 18:22 WIB ·

Polisi Ringkus 10 WNA Pelaku Pemerasan Bermodus Phone Sex di Batam


 Polisi saat menghadirkan pelaku dalam jumpa pers di Polda Kepri, Kamis (6/1). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Polisi saat menghadirkan pelaku dalam jumpa pers di Polda Kepri, Kamis (6/1). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Polisi berhasil meringkus 10 orang warga negara asing (WNA) asal China dan Vietnam pelaku tindak kejahatan pemerasan dengan modus phone sex di Kota Batam, Kepulauan Riau.

10 pelaku ini berinisial TTP,  LH, MXJ, Zw, Zcg, Lyw, TxQ, MTY, Wb dan Mxw.  1 pelaku di antaranya merupakan seorang perempuan. 

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mencari korban mengunakan aplikasi di media sosial yakni aplikasi we chat. 

“Dari aplikasi itu mereka berkenalan dan melakukan profiling kepada korban yang berada di China. Ada yang berperan adegan sex icon dan mencari korban serta rekaman video call sex,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Teguh Widodo didampingi Kepala Bidang Humas Polda Kepri Komisaris Besar Harry Goldenhardt, dalam konferensi pers di Mapolda Kepri, Kamis (6/1).

ADVERTISEMENT

Pengungkapan dugaan kejahatan phone sek berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti oleh Subdit V Ditreskrimsus Polda Kepri di salah satu perumahan Plazzo yang ada di Batam. 

“Jadi setelah melakukan pemerikasaan ditemukan para pelaku di rumah tersebut bersama dengan barang bukti,” kata dia. 

“Kejahatan seksual tersebut direkam, dan setelahnya para tersangka melakukan kegiatan pengancaman terhadap para korban agar memberikan sejumlah uang. Jika tidak, maka akan disebarkan video bugil tersebut,” tambah dia. 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, menambahkan, bahwa aksi kejahatan pelaku ini sudah berjalan selama enam bulan lama. Terkuak dari kecurigaan warga di salah satu perumahan Palazzo Garden, Batam. 

ADVERTISEMENT

“Mereka ini berada di Indonesia sudah enam bulan. Aksi mereka mulai dari bulan Agustus 2021 lalu,” kata dia. 

Para pelaku diketahui memiliki perannya masing-masing secara teroganisir. Modus operandi pertama adalah pelaku TTP yang berperan sebagai icon yang lakukan video call phone sex dan direkam.

Karena para pelaku WNA, serta kesepakatan dari hasil gelar perkara sehingga proses pemerikasaan dilimpahkan ke pihak Imigrasi Batam.

“Hari ini kita limpahkan berkas pemeriksaan ke Imigrasi,” timpal Teguh. 

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Teknologi Informasi (Kabid Infokim) Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam, Tessa Harumdila, menyebutkan akan mengoptimalkan pengawasan di pintu masuk yang ada di Batam.

“Kami akan lakukan pengetatan pengawasan di pintu masuk Batam dan Jakarta. Tentu berkaca dari kasus ini agar tidak pelaku kejahatan tidak terulang lagi,” kata Tessa.

Dia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ditreskrimsus Polda Kepri yang telah berhasil mengungkap kejatahan skala Internasional tersebut.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 11 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Penyelundupan 7 PMI Ilegal Berhasil digagalkan, Masing-masing Bayar Rp 6,5 Juta untuk ke Malaysia

18 Januari 2022 - 16:10 WIB

Penampungan PMI Ilegal di Pulau Judah Karimun Digerebek 

18 Januari 2022 - 15:21 WIB

7 Kali Beraksi Curi Motor di Bengkong, Remaja 15 Tahun Ini Diringkus Polisi

17 Januari 2022 - 16:15 WIB

Sebuah Kedai Kopi di Batam Diduga Lakukan Perjudian

14 Januari 2022 - 21:27 WIB

Kasus Narkoba 107 Kg Sindikat Internasional di Batam Bakal Segera Disidangkan

14 Januari 2022 - 11:14 WIB

Berkas Perkara Korupsi Dana BOS yang Libatkan Eks Kepala SMAN 1 Batam Dilimpahkan ke Pengadilan

13 Januari 2022 - 19:17 WIB

Trending di Hukum Kriminal