Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 3 Agu 2023 16:11 WIB

Polisi Tangkap Pelaku Pengiriman PMI ke Singapura untuk Penari Kelab Malam


					Pelaku pengiriman PMI secara ilegal ke Singapura dihadirkan dalam konferensi pers. Foto: Istimewa Perbesar

Pelaku pengiriman PMI secara ilegal ke Singapura dihadirkan dalam konferensi pers. Foto: Istimewa

Polisi menangkap wanita berinisial E (42) diduga hendak mengirim dua orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) non prosedur ke Singapura. 

Pengungkapan ini dilakukan oleh Polsek KKP Batam pada Sabtu (29/7) setelah mengetahui ketiga calon PMI ditolak Imigrasi Batam Center. Polisi kemudian menyelidiki penolakan terhadap ketiganya. 

ADVERTISEMENT

“Anggota Unit Reskrim Polsek KKP Batam menyelidiki penolakan itu. Mereka diduga hendak berangkat ke luar negeri secara nonprosedural,” ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (3/7). 

Mereka yang diamankan berinisial J (21) dan N (28) dan ER (44) sebagai pengurus keberangkatan. Para korban dan pelaku merupakan warga asal Jakarta. 

“Mereka warga luar Kepri sengaja melalui Batam tujuan ke Singapura dengan alasan biaya lebih murah,” ujarnya. 

Dari hasil pemeriksaan awal kata dia korban dijanjikan bekerja sebagai penari kelab malam di Singapura. Para korban dijanjikan upah sebesar 1400 SGD atau berkisar Rp 15 juta.

Pelaku diketahui mempunyai suami warga Singapura yang telah menetap 15 tahun di negara singa itu. 

Menurutnya, modus pelaku merekrut korban merupakan keponakan sendiri meminta uang dari pemilik bar/pub untuk administrasi paspor dan ongkos. 

Jika sudah bekerja di Singapura gaji korban akan dipangkas sebesar 100-200 Dollar SGD setiap bulannya selama tiga bulan untuk mengembalikan biaya tersebut. 

ADVERTISEMENT

“Dua orang calon PMI non prosedural ini dijanjikan akan dipekerjakan sebagai penari di salah satu kelab malam di Singapura. Mereka dijanjikan upah Rp 15 juta rupiah per bulannya,” ujarnya.

Kini, sejumlah barang bukti telah diamankan polisi, pelaku dikenakan undang-undang perlindungan pekerja migran dengan ancaman pidana penjara  10 tahun dan denda Rp 15 miliar. 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pasutri Mucikari di Tanjungpinang Peroleh Keuntungan Fantastis dari Bisnis Prostitusi

23 Juni 2024 - 17:19 WIB

IMG 20240623 WA0027 11zon

Sabu dan Ganja Digagalkan Masuk Lapas Narkotika Tanjungpinang, 2 Pelaku Diamankan

23 Juni 2024 - 12:46 WIB

IMG 20240623 WA0016 11zon

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Rokok Ilegal Tahap II: Total 2.990 Karton

21 Juni 2024 - 13:14 WIB

IMG 20240621 120650 11zon

Polisi Ringkus Sepasang Suami-Istri di Tanjungpinang karena Jadi Mucikari

20 Juni 2024 - 18:35 WIB

IMG 20240620 WA0041 11zon

Gelapkan Uang Perusahaan Capai Rp 8 Miliar, Oknum Karyawan di Bintan Ditangkap Polisi

19 Juni 2024 - 18:52 WIB

IMG 20240619 WA0028

Waspada! Kasus Curanmor di Tanjungpinang Timur Meningkat

19 Juni 2024 - 12:35 WIB

IMG 20240619 WA0020 11zon
Trending di Hukum Kriminal