Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 7 Jun 2024 14:17 WIB

Polresta Tanjungpinang Gagalkan Penyelundupan PMI ke Vietnam


					Ketiga tersangka diamankan polisi. Foto: Istimewa Perbesar

Ketiga tersangka diamankan polisi. Foto: Istimewa

Petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tanjungpinang menggagalkan upaya penyelundupan dua Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Vietnam.

Dalam kasus tersebut, polisi menangkap tiga orang pelaku, yakni laki berinsial RA (22) dan GP (30), dan wanitab berinisial S (50). Ketiganya, kini tengah menjalani proses pemeriksaan di Mapolresta Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Kasi Humas Polresta Tanjungpinang, Iptu Sahrul Damanik, menyampaikan pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerjasama bersama Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus berawal kesigapan petugas Helpdesk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang mencegah dua korban CPMI berinsial AW (26) dan MA (19) yang hendak berangkat Singapura, Rabu (5/6) kemarin.

“Tujuan korban ini menuju ke Vietnam untuk bekerja sebagai scammer atau operator live chat judi online,” ungkapnya, Jumat (7/6).

Dari hasil interogasi, terungkap bahwa mereka telah menjadi korban penipuan dan akan dieksploitasi di Vietnam. Adapun modus yang ditawarkan para pelaku yakni, pekerjaan sebagai operator live chat judi online di Vietnam dengan iming-iming gaji tinggi.

Para pelaku kemudian membantu AW dan MA dalam membuat paspor dan memesan tiket perjalanan dari Tanjungpinang ke Vietnam melalui Singapura.

“Berdasarkan informasi dari AW dan MA, tim Opsnal Satreskrim Polresta Tanjungpinang menangkap 3 pelaku pada Kamis 6 Juni 2024,” terang IPTU Sahrul.

Para pelaku menargetkan CPMI yang ingin bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji tinggi. Mereka kemudian meyakinkan para CPMI untuk bekerja di Vietnam sebagai scammer atau operator live chat judi online.

ADVERTISEMENT

Setelah korban terjebak di Vietnam, mereka akan dipaksa untuk bekerja selama berjam-jam dengan gaji yang tidak sepadan. Para pelaku mendapatkan keuntungan dari setiap perekrutan dan keberangkatan CPMI.

Petugas menyita beberapa barang bukti dari para pelaku. Di antaranya, 3 unit gawai, dua paspor milik CPMI, dua tiket PP Singapura-Tanjungpinang, satu unit motor, satu buku rekening, dan uang tunai sebesar 80 Dollar Singapura.

Kasi Humas menegaskan, Polresta Tanjungpinang bersama instansi terkait berkomitmen dalam memberantas perdagangan manusia dan melindungi hak-hak pekerja migran.

ADVERTISEMENT

Atas perbuatannya, ketiga pelaku dijerat Pasal 81 Jo 69 UU No. 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 15 miliar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang menjanjikan gaji tinggi di luar negeri,” imbaunya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Bea Cukai Tanjungpinang Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 2,8 Miliar

25 Juni 2024 - 11:59 WIB

IMG 20240625 WA0002 11zon

Pasutri Mucikari di Tanjungpinang Peroleh Keuntungan Fantastis dari Bisnis Prostitusi

23 Juni 2024 - 17:19 WIB

IMG 20240623 WA0027 11zon

Sabu dan Ganja Digagalkan Masuk Lapas Narkotika Tanjungpinang, 2 Pelaku Diamankan

23 Juni 2024 - 12:46 WIB

IMG 20240623 WA0016 11zon

Kejari Karimun Musnahkan Barang Bukti Rokok Ilegal Tahap II: Total 2.990 Karton

21 Juni 2024 - 13:14 WIB

IMG 20240621 120650 11zon

Polisi Ringkus Sepasang Suami-Istri di Tanjungpinang karena Jadi Mucikari

20 Juni 2024 - 18:35 WIB

IMG 20240620 WA0041 11zon

Gelapkan Uang Perusahaan Capai Rp 8 Miliar, Oknum Karyawan di Bintan Ditangkap Polisi

19 Juni 2024 - 18:52 WIB

IMG 20240619 WA0028
Trending di Hukum Kriminal