Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 21 Apr 2022 15:11 WIB ·

Prostitusi Online Libatkan Anak Bawah Umur, 2 Mucikari di Batam Diringkus Polisi


 Konferensi pers pengungkapan prostitusi online yang melibatkan anak bawah umur di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Konferensi pers pengungkapan prostitusi online yang melibatkan anak bawah umur di Batam. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

2 orang perempuan berinisial AYM (21) dan M (23) yang diduga merupakan mucikari prostitusi online di Kota Batam dirungkus jajaran Polresta Barelang.

Kedua pelaku diduga melibatkan anak di bawah umur, yang bahkan di antaranya masih sekolah.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Pada Kamis (14/4) di bilangan salah satu Hotel di Nagoya ada informasi praktek prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur, lalu dilakukan penyelidiikan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Rabu (20/4).

Ia menjelaskan, awal mula kasus ini terkuak berdasarkan informasi di media sosial yang ditindak lanjuti personel Satreskrim Polresta Barelang dengan turun langsung ke lapangan.

ADVERTISEMENT
advertisement

Untuk mendapatkan akses dan membongkar kasus ini, salah satu personel menyamar sebagai tamu, lalu memesan wanita panggilan melalui WhatsApp untuk diantar ke salah satu hotel di Nagoya. Tak berselang lama, pelaku M datang mengantarkan korban yang ternyata diketahui masih di bawah umur.

Dari hasil penyelidikan, bayaran untuk short time yang harus diberikan pelanggan yakni Rp 2 juta. Akan tetapi gadis bawah umur yang melayani hanya menerima upah sebesar Rp 800 ribu.

ADVERTISEMENT

untuk melayani korban secara short time, harga yang diberikan kedua pelaku sebesar Rp2 juta. namun kedua korban hanya menerima upah menjual diri seharga Rp800 ribu.

“Korban diiming-imingi dengan hasil mewah dan uang. Korban yang menjadi anak asuh kedua pelaku ini bawah umur dan berstatus sebagai pelajar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anak bawah umur yang menjadi asuhan kedua pelaku berinisial DS, mengaku jika bekerja sebagai PSK itu karena keinginannya sendiri. DS juga mengaku sudah melayani pria hidung belang sejak awal 2021 lalu.

ADVERTISEMENT

Selain itu, korban lainnya berinisial AAA dan pelaku AYM juga mematok tarif Rp 2 juta untuk setiap kencan. Sedangkan AAA mendapat bagian Rp 1.800.000.

“Kasus ini masih kita kembangkan lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan pelaku lain,” tegas Kompol Abdul Rahman.

Sementara itu, untuk kedua mucikari tersebut dijerat pasal 76 Undang-Undang RI Nomor 23 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 65 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

5 Juli 2022 - 22:01 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Motor di Batam Ini Ditangkap

4 Juli 2022 - 21:50 WIB

Polisi Tangkap Spesialis Curanmor yang Beraksi di Tanjungpinang dan Bintan

4 Juli 2022 - 16:47 WIB

Ilustrasi pencurian dan maling motor

Maling Bongkar 3 Kotak Infak Masjid Al Falah Tanjungpinang

3 Juli 2022 - 14:12 WIB

Penyelundupan 42 PMI Ilegal di Batam Digagalkan, Seorang Panyalur Tersangka

2 Juli 2022 - 19:48 WIB

Polres Karimun Musnahkan 975 Gram Sabu Kasus Narkoba Jaringan Nusakambangan

2 Juli 2022 - 13:09 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement