Menu

Mode Gelap

Warta · 25 Jul 2022 18:06 WIB ·

RSKJ dan Ketergantungan Obat Tanjunguban Resmi Miliki Balai Rehabilitasi Pecandu Narkoba


 Peresmian Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa Tanjunguban. Foto: Istimewa Perbesar

Peresmian Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa Tanjunguban. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban resmi menjadi Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSKJKO) dan memiliki Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa.

Peresmian Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa tersebut dilakukan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri, Gerry Yasid, di Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Senin (25/7).

Dengan diresmikannya Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa di RSKJKO Engku Haji Daud ini, maka kini rumah sakit milik Provinsi Kepri itu bisa melayani pasien rehabilitasi narkoba. Sesuai dengan program Restorative Justice dari Kejati Kepri yang mengedepankan pendekatan humanis bagi pecandu narkoba agar dapat terlepas dari barang haram tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ansar menyampaikan peresmian Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa merupakan bagian dari penerapan restoratif justice bagi masyarakat yang terjerat narkoba. Sesuai dengan pedoman Jaksa Agung nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Ini dilakukan melalui rehabilitasi dengan pendekatan keadilan restoratif sebagai pelaksanaan azas dominus litis jaksa,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga berharap kabupaten/kota dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama memaksimalkan pemanfaatan balai rehabilitasi tersebut.

ADVERTISEMENT

“Mari jadikan Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa Provinsi Kepri sebagai pusat rujukan pasien jiwa dan rehabilitasi NAPZA di Provinsi Kepulauan Riau,” sebut Ansar.

Sementara itu, Kajati Kepri, Gerry Yasid, menyampaikan peresmian balai rehabilitasi ini merupakan suatu wujud pendekatan humanis kepada pecandu narkoba dengan harapan setelah keluar dapat kembali ke masyarakat dengan ikut mendukung program war on drug.

“Balai rehabilitasi ini merupakan tahap awal yang nantinya akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah. Dengan harapan dapat meningkatkan pembinaan dan pembimbingan bagi para pecandu narkoba sebagai bekal kembali ke masyarakat,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Acara disejalankan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov Kepri dan Kejati Kepri serta Pemko dan Pemkab se-Provinsi Kepri dengan Kejari masing-masing kabupaten kota dan RSKJKO Engku Haji Daud.

Balai Rehabilitasi Napza Adhyaksa Provinsi Kepri saat ini berkapasitas 10 tempat tidur yang dilengkapi CCTV dan pengawasan 24 jam. Adapun tenaga kesehatan yang disediakankan, yakni 2 orang dokter spesialis jiwa, 1 orang perawat spesialis jiwa, 7 perawat dengan sertifikasi keperawatan di bidang napza, dan 1 orang perawat yang tengah menempuh pendidikan spesialis keperawatan jiwa. 

Untuk diketahui, RSUD Engku Haji Daud diresmikan pada tahun 2007 lalu sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 331/Menkes/SK/V/2009, ditetapkan menjadi rumah sakit kelas C. Awalnya RSUD EHD hanya memiliki 4 dokter spesialis yaitu Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesialis Anak dan Spesialis Bedah Umum. 

ADVERTISEMENT

Namun, saat ini diterbitkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 663 Tahun 2022 tentang Perubahan Jenis dan Klasifikasi Rumah Sakit Umum Daerah Engku Haji Daud Kelas C menjadi Rumah Sakit Khusus Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud Kelas B dan saat ini sedang menunggu pengesahan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 

Adapun tujuan dikeluarkannya surat keputusan ini adalah agar Provinsi Kepulauan Riau memiliki pusat rujukan pelayanan yang mampu menjalankan program promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif kesehatan jiwa dan NAPZA. Sekarang sudah ada 9 dokter spesialis dimana salah satunya adalah Spesialis Kesehatan Jiwa. Rawat Inap Jiwa telah dibuka sejak Agustus tahun 2018 dan saat ini sudah merawat lebih kurang 376 Pasien rawat jiwa.

Selain itu, perubahan jenis dan klasifikasi RSUD Engku Haji Daud menjadi RSKJKO merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa, Pasal 52, ayat 2, disebutkan bahwa “Pemerintah Daerah Provinsi wajib mendirikan paling sedikit 1 (satu) Rumah Sakit Jiwa (RSJ)”.

ADVERTISEMENT

Di mana, masih ada sebanyak tujuh provinsi di Indonesia yang belum memiliki fasilitas RSJ tersebut yaitu Provinsi Banten, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, Papua Barat dan termasuk Provinsi Kepulauan Riau. 

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 12 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

28 Ekor Buaya Liar dari Lingga Diberangkatkan ke Kota Batam

13 Agustus 2022 - 07:22 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM di Kepri Cukup Tapi Antrean SPBU Mengular

12 Agustus 2022 - 19:13 WIB

6 Mobil Diperiksa Petugas Gabungan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur

12 Agustus 2022 - 18:35 WIB

1.409 Kendaraan di Kepri Telah Terdaftar Program Subsidi Tepat

12 Agustus 2022 - 18:22 WIB

Lantik 5 Kades Terpilih, Bupati Karimun: Jangan Ada Perpecahan Membangun Desa

12 Agustus 2022 - 16:52 WIB

Ditemui Wabup, PSDKP Akan Bantu Tertibkan Kapal Nelayan Ganggu Ekonomi Nelayan Lingga

12 Agustus 2022 - 15:45 WIB

Trending di Warta
advertisement