Sah! 10 Wajib Pajak Kepri Ini Buktikan Kepatuhan Berbalas Undian Umrah di Gebyar PKB

Batam – Suasana Ballroom Hotel Aston Pelita, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pagi itu bukan sekadar tentang gemerlap lampu dan hiruk-pikuk undian. Lebih dari itu, ia menjadi saksi bisar upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Kepri membangun kesadaran baru: bahwa membayar pajak bukanlah kewajiban yang memberatkan, melainkan investasi sosial yang berbalas apresiasi.

Di tengah ratusan pasang mata, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, hadir langsung memimpin gelaran Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 2025. Kehadirannya bukan sekadar formalitas. Dengan memutar roda undian, ia menyampaikan pesan bahwa setiap kepatuhan warga negara dicatat dan dihargai.

ADVERTISEMENT

“Program Gebyar Pajak Kendaraan Bermotor ini adalah bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan secara tepat waktu. Kami berharap kepatuhan ini bisa menjadi contoh bagi wajib pajak lainnya,” tegas Gubernur Ansar dalam sambutannya yang penuh semangat.

Program ini, menurutnya, adalah perpaduan antara penghargaan dan edukasi. Sebuah strategi untuk membangun kultur taat pajak dari rasa saling menghargai, bukan karena paksaan.

Sepuluh paket hadiah yang diundi—berupa umrah bagi wajib pajak muslim dan wisata religi bagi non-muslim—adalah bukti nyata bahwa pemerintah melihat kepatuhan sebagai sebuah prestasi.

Tak semua orang bisa serta merta mengikuti undian ini. Gubernur Ansar dengan jelas memaparkan syaratnya. Hak untuk diundi diberikan kepada wajib pajak yang telah melunasi PKB dalam periode 1 Januari hingga 30 Oktober 2025. Selain itu, mereka yang masa jatuh tempo pajaknya di akhir tahun (1 November – 31 Desember 2025) tetapi telah membayar lebih awal sebelum 30 Oktober juga berhak.

Namun, bagi yang teledor, masih ada pintu pengampunan yang terbuka. Gubernur menegaskan bahwa program pemutihan (amnesty) pajak kendaraan bermotor di Kepri masih berlangsung hingga 15 November 2025. Ini adalah kesempatan emas bagi yang belum patuh untuk mengikuti jejak pemenang undian, sekaligus berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita tahu bahwa pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama merupakan sumber PAD terbesar Kepri. Karena itu, pemerintah terus berinovasi agar masyarakat semakin patuh dan sadar pajak,” jelasnya, menekankan pentingnya kontribusi masyarakat bagi pembangunan daerah.

Dari Tanjungpinang hingga Batam: Sepuluh Nama Pemenang

ADVERTISEMENT

Tensi ruangan semakin meninggi ketika proses pengundian dimulai. Gubernur Ansar memulai dengan memutar undian untuk pemenang pertama. Proses ini kemudian dilanjutkan secara bergiliran oleh Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Anggota DPRD Kepri Wahyu Wahyudin, serta sejumlah pejabat Pemprov Kepri lainnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kepri, Abdullah, dalam penjelasannya menerangkan bahwa pembagian hadiah dilakukan secara adil dan proporsional. Kebijakan ini memastikan seluruh wilayah di Kepri mendapatkan bagian.

“Empat paket hadiah diberikan untuk wajib pajak dari Kota Batam, sementara masing-masing satu paket diberikan untuk kabupaten dan kota lainnya,” terang Abdullah.

ADVERTISEMENT

Dan akhirnya, sepuluh nama pemenang pun dikumandangkan, membawa harapan dan kebahagiaan:

  1. Muhammad Syahril (Kota Tanjungpinang)
  2. Suyanto (Kabupaten Karimun)
  3. Maskuri (Kabupaten Bintan)
  4. Ramadhani (Kabupaten Lingga)
  5. Muhammad Tahwid (Kabupaten Natuna)
  6. Farida (Kabupaten Kepulauan Anambas)
  7. Mardiansah (Kota Batam I)
  8. Abdurahman (Kota Batam II)
  9. Antok Pribadi (Kota Batam III)
  10. Anita (Kota Batam IV)

Penyerahan hadiah yang dijanjikan akan dilaksanakan secara langsung pada 10 November 2025 mendatang, menjadi puncak kisah dari sepuluh wajib pajak teladan ini.

Acara yang dihadiri pula oleh jajaran Tim Percepatan Pencapaian Target Pembangunan, Asisten dan Kepala OPD Pemprov Kepri, Dirlantas Polda Kepri, Kepala PT Jasa Raharja Kepri, pimpinan bank mitra, dan notaris ini, menutup paginya dengan sebuah optimisme.

ADVERTISEMENT

Bahwa di balik roda kendaraan bermotor yang setiap hari berputar, ada pula putaran roda pembangunan yang digerakkan oleh kepatuhan dan kesadaran bersama. Sebuah gebyar yang tak hanya terdengar di ballroom hotel, tetapi diharapkan bergaung ke seluruh penjuru Kepri.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement