Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 8 Feb 2022 09:30 WIB ·

Santan Kelapa Organik dari Bintan Tembus Pasar Amerika


 Ilustrasi Kelapa. /kepripedia/canva-wjk Perbesar

Ilustrasi Kelapa. /kepripedia/canva-wjk

ADVERTISEMENT
advertisement

Setelah sukses melakukan ekspor ke Jerman pada tahun 2020 yang lalu, PT Bionesia Organic Foods (PT BOF) kembali membuka pasar baru di Amerika Serikat pada awal tahun 2022 ini, dengan melakukan ekspor kelapa parut kering atau dessicated coconut dan coconut chips ke Amerika.

Dijelaskan Kepala Karantina Pertanian Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho ekspor coconut chips perdana dan menembus pasar Amerika Serikat (AS) perdana ini merupakan upaya BOF menyukseskan program gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

Ekspor kelapa parut kering dengan jumlah 12,4 ton dan coconut chips sejumlah 5,6 ton dengan nilai ekonomi Rp819,4 juta dilepas pada 14 Januari 2022.

“Ini adalah permintaan pertama mereka yang dikirim dalam satu kontainer dengan standar food grade,” ujarnya.

ADVERTISEMENT
advertisement

Sampai saat ini pasar produk olahan kelapa di luar negeri sangat terbuka. Tidak hanya olahan daging kelapanya saja, melainkan olahan sabut kelapa pun diminati pasar di luar negeri.

Saat ini di kawasan industri di Kabupaten Bintan tersebut sedang di bangun pengolahan sabut kelapa yang pasarnya berorientasi ekspor.

ADVERTISEMENT

“Ini akan menjadi sistem pengolahan kelapa yang terintegrasi dalam satu lokasi. Sehingga kelapa dari kebun yang telah teregister organik, bisa langsung masuk pabrik tanpa harus dikupas terlebih dahulu,” ujarnya.

Peran aktif Balai Karantina Pertanian untuk mendorong suksesnya program gratieks dengan memberi pelayanan antar kirim sertifikat ekspor (AKTIF Ekspor), sehingga dengan pelayanan ini pengguna jasa hanya mengirimkan PPK online.

“Sertifikat akan diantar ke tempat pengguna jasa setelah serangkaian pemeriksaan sertifikasi dilalui dan pembayaran PNBP diselesaikan via e-billing,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa usaha di bidang pertanian itu sangat menjanjikan dan dan terbukti mampu menjadi penopang perekonomian Indonesia di tengah pandemi, karena kebutuhan pangan tidak dapat dielakkan di situasi apa pun.

Menurutnya usaha di bidang pertanian bisa dari budidaya tanaman, pengolahan dan pengepakan bahkan transportasi.

“Petani milenial tidak harus berjibaku dengan lumpur, menjadi trader komoditas pertanian pun suatu peluang yang sangat bagus,” ujar Menteri Pertanian.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 60 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Harga Sayur Kangkung di Batam Anjlok hingga Rp 2 Ribu per Kilogram

19 Mei 2022 - 22:36 WIB

Harga Daging Ayam Potong di Bintan Capai Rp 47 Ribu

19 Mei 2022 - 14:25 WIB

Kelompok Budidaya dan Peternak Binaan PT SIKY Panen 1.000 Ekor Ikan

16 Mei 2022 - 14:04 WIB

Telkom Jadi BUMN Pertama yang Peroleh Sertifikasi Great Place to Work

15 Mei 2022 - 12:40 WIB

Ekonomi Kepri Mulai Tumbuh, Pemprov Usulkan Perluasan KEK

15 Mei 2022 - 11:44 WIB

Kredivo Ambil Peran dalam World Economic Forum

13 Mei 2022 - 10:00 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement