TANJUNGPINANG – Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai hari ini di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan pendataan nasional ini akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjadi responden pertama di provinsi ini. Petugas lapangan melakukan pendataan di kediaman pribadinya di Jalan Peralatan, Tanjungpinang. Kepala BPS Provinsi Kepri Toto Haryanto Silitonga beserta jajaran turut hadir.
Kepala BPS Toto Haryanto Silitonga mengatakan sensus ini penting untuk menghasilkan data akurat sebagai dasar kebijakan pembangunan ekonomi.
“Yang didata bukan hanya unit usaha, tetapi juga rumah tangga. Dari pimpinan tertinggi hingga masyarakat umum, seluruh pelaku ekonomi di Kepri dan Indonesia menjadi bagian dari pendataan ini,” ujar Toto.
Baca Juga
BPS sebelumnya memiliki data sekitar 197 ribu unit usaha di Kepri. Melalui sensus ini, data tersebut akan diperbarui untuk mengetahui kondisi terkini dan jumlah usaha yang masih aktif.
“Mulai dari usaha rumah tangga, mikro, kecil, menengah, hingga besar menjadi sasaran. Termasuk pedagang keliling, pembuat konten di TikTok, dan pelaku usaha digital lainnya,” jelasnya.
BPS menyiapkan sejumlah inovasi untuk kelancaran sensus. Petugas menggunakan aplikasi digital bernama FASIH. Dashboard monitoring memungkinkan pemantauan kinerja petugas secara *real time*.
BPS juga menerapkan program SPSS atau Satu Pegawai Satu SLS (Satuan Lingkungan Setempat). Setiap pegawai BPS bertanggung jawab mengawal satu wilayah tertentu.
“Beban pekerjaan tidak hanya pada petugas mitra di lapangan, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pegawai BPS,” tambah Toto.
Setiap rumah tangga yang telah didata akan ditempeli stiker Sensus Ekonomi 2026.
Gubernur Ansar Ahmad mengajak seluruh masyarakat mendukung sensus dengan menerima petugas dan memberikan informasi yang benar, jujur, serta lengkap.
“Saya ajak seluruh masyarakat Kepri berpartisipasi aktif. Terima petugas sensus dan berikan data yang benar serta lengkap. Data akurat menjadi dasar penting merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih baik,” ujar Ansar.
Petugas akan melakukan pendataan terhadap rumah tangga dan berbagai jenis usaha di seluruh wilayah Kepri. Hasil sensus akan menjadi potret kondisi ekonomi daerah dan dasar perencanaan pembangunan nasional yang lebih terarah.

