Wajib Tahu! Responden di Batam Punya 14 Hari Isi Kuesioner Anti Korupsi BPKP

BATAM – Ada cerita dari Balai Kota Batam, Senin pagi (15/6/2026). Pemerintah Kota Batam kembali menunjukkan keseriusannya. Bukan soal proyek baru atau peresmian jalan, melainkan tentang komitmen memberantas korupsi.

Pemko Batam hari itu resmi mengikuti Entry Meeting Asistensi Peningkatan Efektivitas Pengendalian Korupsi (EPK) yang digelar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Pertemuan berlangsung di Kantor Wali Kota Batam.

ADVERTISEMENT

Siapa yang hadir? Ada Plt Inspektur Daerah Kota Batam, Yusfa Hendri, yang bertindak sebagai pimpinan jalannya kegiatan. Tak ketinggalan, perwakilan BPKP Provinsi Kepulauan Riau, jajaran Inspektorat Daerah, dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Batam.

“Dukung Penuh, Ini Penting”

Dalam sambutannya, Yusfa Hendri bercerita bahwa asistensi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian penting dari upaya memperkuat sistem pencegahan korupsi di lingkungan Pemko Batam.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah dapat berpartisipasi aktif. Hasil nanti akan jadi bahan evaluasi sekaligus dasar perbaikan,” ujar Yusfa di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan, pengukuran Efektivitas Pengendalian Korupsi kali ini dilakukan lewat pendekatan komprehensif. Metodenya menggabungkan survei dan wawancara. Hasilnya diharapkan lebih objektif, benar-benar menggambarkan kondisi pengendalian korupsi di setiap instansi.

Ada satu hal teknis yang disampaikan Yusfa. Proses pengumpulan data akan melibatkan responden yang sudah ditetapkan. Data mereka meliputi nama, NIK, nomor telepon, hingga alamat email.

Kabar pentingnya tautan kuesioner akan dikirim lewat email blasting. Setiap responden hanya diberi waktu maksimal 14 hari setelah menerima tautan dan token akses. Setelah survei rampung, tim BPKP akan lanjut ke proses wawancara berdasarkan hasil survei dan dokumen pendukung.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Yusfa berpesan kepada seluruh pimpinan OPD: segera sampaikan informasi ini ke jajaran.

“Saya minta dukungan penuh. Tolong informasi ini segera diteruskan ke seluruh responden, agar pengisian kuesioner lancar sesuai jadwal,” pintanya.

Lewat kegiatan ini, cerita besar dari Batam adalah harapan. Pemko Batam ingin terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Targetnya jelas: pemerintahan yang lebih bersih, efektif, dan berintegritas.

ADVERTISEMENT

Korupsi tak akan diberi ruang. Itu pesan yang coba disampaikan dari ruang pertemuan di Kantor Wali Kota Batam, Senin pagi itu.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article
advertisement
advertisement