Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 4 Des 2022 14:01 WIB ·

Soal Limbah Hitam di Perairan Tanjunguncang, Nelayan Minta Pemerintah Usut Tuntas


 DPRD Batam menemukan tumpahan minyak hitam di dok perusahaan galangan kapal, Kamis (1/12). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

DPRD Batam menemukan tumpahan minyak hitam di dok perusahaan galangan kapal, Kamis (1/12). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Sejumlah nelayan meminta pemerintah mengambil langkah serius dengan mengusut tuntas terkait tumpahan minyak atau limbah hitam yang diduga tumpahan oli, di perairan Tanjunguncang, Batu Aji, Batam.

Nelayan mengkhawatirkan kondisi tersebut dapat merusak ekosistem laut.  karena cukup kental dan tebal serta menyebar luas di laut yang dekat area Pt Paxocean dan Dok Warisan Pertama.

“Pemerintah harus menindak tegas pelaku pencemaran lingkungan hidup kita. Kalau perlu, ada investigasi ulang terkait limbah itu,” ungkap nelayan setempat, Muh Safet, saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) digelar bersama Komisi III DPRD Batam, Jumat (2/12) kemarin.

Safet menuturkan, pihaknya menduga limbah oli tersebut dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

“Ini jika dibiarkan merusak ekosistem laut dan berdampak mata pencarian kita. Kami minta limbah ini diusut, apakah baru atau lama nanti akan ketahuan,” imbuh dia.

Baca: Limbah Minyak Cemari Wilayah Tanjunguncang Batam

Dalam RDP di DPRD itu, Kasi Gakkum KSOP Batam, Rahmat, menyebut pihaknya sudah mulai melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

ADVERTISEMENT

“Tidak ditemukan bukti yang cukup. Kita juga terus berkolaborasi dengan Bakamla untuk mencari via satelit guna mencari titik koordinat awal terjadinya tumpahan,” jelasnya.

Ia berharap ada peran aktif masyarakat denhan cara melaporkan ke pihak terkait apabila menemukan bukti kuat terkait dugaan pembuangan limbah.

“Selain melakukan penanggulangan kami juga sedang mencari pelakunya,” lanjut Rahmat.

ADVERTISEMENT

RDPU yang dipimpin Ketua Komisi III Djoko Mulyono dan anggota Tumbur Hutasoit serta Arlon Veristo ini akan kembali dilanjutkan.

“Kesimpulan belum ada karena semua pihak kita undang sehingga waktu terbatas. Akan ada RDPU ke dua,” kata Arlon Veristo.

Ia menilai, semua pihak akab dilibatkan untuk mencari oknum yang membuanh limbah minyak hitam tersebut.

ADVERTISEMENT

“Ini yang kita usut sumber pertama kali yang membuang limbah itu,” tutup Arlon.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 94 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

whatsapp facebook copas link
advertisement
Baca Lainnya

Jaksa Terima SPDP Anggota DPRD Batam yang Terjerat Kasus Narkoba

4 Februari 2023 - 20:28 WIB

Kasus Dugaan Korupsi di Pegadaian Syariah Batam Naik Status ke Penyidikan

3 Februari 2023 - 10:54 WIB

Seorang Honorer di Tanjungpinang Didakwa Pasal Pencurian

2 Februari 2023 - 20:56 WIB

Gara-gara Sakit Hati Disebut Bencong, Pria Ini Tikam Karyawan Salon di Batam

2 Februari 2023 - 20:44 WIB

Mantan Manager BSI Karimun yang Curi Uang Bank Rp 2,3 Miliar Divonis Penjara 4,6 Tahun

2 Februari 2023 - 13:20 WIB

Polisi Ungkap Judi Online Jaringan Internasional di Batam, Bandar hingga Admin Diringkus

1 Februari 2023 - 22:39 WIB

Trending di Hukum Kriminal