Menu

Mode Gelap

Warta · 3 Jun 2022 19:31 WIB

Stok Menipis, Permintaan Diskresi Datangkan Sapi dari Luar Kepri Belum Dijawab Pusat


					Ilustrasi Petugas memeriksa kesehatan sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi Petugas memeriksa kesehatan sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com

Di tengah menipisnya ketersedian daging sapi di Pulau Bintan, permintaan diskresi untuk melonggarkan aturan pengiriman hewan ternak yang bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) antar provinsi masih belum ada kepastian.

Padahal, Pemprov Kepri sebelumnya telah meminta pemerintah pusat agar mengizinkan untuk datangkan hewan ternak dari luar Kepri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk hewan kurban pada Idul Adha Juli 2022 mendatang.

ADVERTISEMENT

Ketua Satgas Penanganan PMK Provinsi Kepri, Adi Prihantara, mengungkapkan bahwa saat ini Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Bintan dalam kondisi kekurangan hewan kurban.

“Paling minim persediaan di Batam. Karena itu kita sudah minta diskresi dari pemerintah Pusat. Namun sampai saat ini kita masih tunggu kebijakan terbaru,” kata Sekda Provinsi Kepri tersebut, Jumat (3/6).

Adi pun membenarkan bahwa sejumlah daerah di provinsi yang selama ini mensuplai kebutuhan sapi ke Kepri sudah ada yang terpapar PMK. Namun menurutnya, masih ada beberapa kabupaten di provinsi tersebut bebas dari wabah PMK ini.

Oleh karenanya, Kepri berharap diizinkan untuk mendatangkan sapi dari kawasan yang memang bebas dari virus hewan tersebut seperti dari Lampung.

“Harus dikirim langsung serta melalui karantina 14 hari. Ini adalah solusi alternatif sementara agar kebutuhan hewan kurban dan harian terpenuhi,” sebutnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa status Kepri saat ini masih bebas dari wabah PMK. Namun demikian, ia meminta agar kabupaten/kota tetap memperketat pengawasan untuk antisipasi penyebarannya.

“Penularan PMK ini cepat dan menghilangkannya butuh waktu lama sekali bahkan bisa sampai 20 tahun. Karena itu kita harus hati-hati,” pungkas Adi.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diketahui bahwa Pemprov Kepri telah menyepakati kebijakan untuk membuka pengiriman sapi dari provinsi lain yang bebas wabah PMK. Akan tetapi kebijakan tersebut batal direalisasikan, pasalnya pengaturan hewan ternah lintas provinsi adalah wewenang dari pemerintah pusat.

Karena itu, Pemprov Kepri saat kini hanya bisa mencari solusi sementara dengan menerapkan distribusi hewan ternak antar kabupaten/kota di dalam Kepri yang ketersediaannya surplus.

Sementara dari 7 kabupaten/kota di Kepri, hanya Natuna, Anambas dan Lingga yang ketersediaan sapinya cukup. Namun yang kelebihan ketersediaan hanya Natuna sedangkan daerah Lainya masih kekurangan.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Bupati Nizar dan Gubernur Ansar Lepas Takbir Keliling di Dabo

10 April 2024 - 22:00 WIB

IMG 20240410 WA0064

Tahun 2024, Pemda Bintan Siapkan Rp 5,5 M untuk Insentif RT/RW

8 April 2024 - 20:34 WIB

IMG 20240328 WA0101

Sambut Idul Fitri 1445 H, Segini Besaran THR Honorer, PTT dan THL Pemkab Bintan

7 April 2024 - 21:29 WIB

Bupati Bintan Roby Kurniawan

Polda Kepri Siapkan 216 Tiket Kapal Gratis Mudik Lebaran di Pelabuhan Punggur

6 April 2024 - 11:38 WIB

IMG 20240406 WA0004 11zon

KPPLP Adakan Mudik Gratis Naik Kapal Negara Kijang-Dabo, Kuota Terbatas

6 April 2024 - 08:58 WIB

IMG 20240406 050552 888 01 11zon

Jamin Keamanan Mudik, BNN Tanjungpinang Tes Urine Penumpang dan ABK Pelabuhan SBP

5 April 2024 - 13:13 WIB

IMG 20240405 WA0043
Trending di Warta