Menu

Mode Gelap

Warta · 17 Mei 2022 14:40 WIB

Warga Perumahan Gladiola I Keluhkan Kondisi Air: Air Gratis Seumur Hidup tapi Bahaya untuk Hidup


					Warga Perumahan Gladiola I mendatangi pihak pengembang. Foto: kepripedia.com Perbesar

Warga Perumahan Gladiola I mendatangi pihak pengembang. Foto: kepripedia.com

Warga Perumahan Gladiola I, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, mengeluhkan ketersediaan air bersih yang tidak layak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Beberapa kali keluhan air bersih ini telah disampaikan ke pihak pengembang, dalam hal ini perusahaan properti PT Mega Sedayu Estate, namun belum ada perubahan yang berarti terkait kondisi air yang didistribusikan kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

Warga dibuat resah dengan kondisi air yang dominan berwarna karat dan mengandung kadar asam cukup tinggi, hal tentu saja ini jauh dari kata standar baku air bersih.

Akibatnya, kondisi ini sangat mengganggu kebutuhan air sehari-hari, bahkan bisa mengancam kesehatan masyarakat lebih dari 148 kepala keluarga yang mendiami lokasi perumahan tersebut.

Sehingga belasan warga kembali mendatangi manajemen pengembang, Selasa (17/5), untuk mempertanyakan kepastian atas kondisi yang terjadi.

Salah seorang warga, Saimi, menuturkan jika fasilitas air bersih sebelumnya dijamin oleh pihak pengembang. Faktanya, kebutuhan air bersih tidak sesuai dengan yang dijanjikan sebelumnya.

“Memang iya fasilitas air gratis seumur hidup, tapi jika kondisinya seperti ini bisa membahayakan hidup namanya, karena mengancam kesehatan,” katanya, Rabu (11/5).

Menurutnya, permasalahan air bersih menjadi hal yang paling krusial, maka harus ditangani dengan cepat oleh pihak pengembang.

Apalagi, kata dia, PT Mega Sedayu Estate merupakan perusahaan properti terbesar di Karimun dan gencar melakukan pembangunan perumahan di berbagai titik lokasi.

ADVERTISEMENT

“Ini harus cepat di respons pihak pengembang. Kita minta dicarikan sumber air yang bersih dan layak untuk kita konsumsi,” terangnya.

Ia juga menambahkan, selain air bersih yang tidak layak, empat persoalan lain yang disampaikan warga dalam pertemuan dengan pihak pengembang.

Termasuk di antaranya keberadaan industri bata merah yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari pemukiman warga, fasilitas jalan utama, permasalahan drainase, dan pengadaan fasilitas Mushalla.

ADVERTISEMENT

“Semua ini menjadi kewajiban pihak pengembang untuk memenuhinya. Karena apa, ini adalah hak warga masyarakat. Dengan keras kami sampaikan pihak pengembang harus ada solusi atas masalah-masalah ini,” tutupnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

BPBD Karimun Evakuasi Buaya Muara Berukuran 3 Meter, Sempat Masuk ke Pemukiman Warga

23 April 2024 - 14:44 WIB

IMG 20240423 141611 11zon

Gubernur Ansar Enggan Tanggapi Status Tersangka Pj Wali Kota Tanjungpinang

23 April 2024 - 10:26 WIB

Gubernur Kepri Ansar Ahmad 10

SAR Natuna Tutup Siaga Khusus Idul Fitri 1445 H: Semua Lancar dan Aman

19 April 2024 - 16:50 WIB

IMG 20240419 WA0005 11zon

Tahun 2024, Pemda Bintan Targetkan Cover BPJS Ketenagakerjaan Gratis Bagi 3.000 Pekerja Rentan

19 April 2024 - 14:47 WIB

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan

Wanita 55 Tahun Asal Rengat Terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh, Begini Kisahnya

18 April 2024 - 14:49 WIB

Polisi menemui Yuliati yang terlantar di Pelabuhan Roro Jagoh

Tarif Kapal Roro Rute Karimun – Sei Pakning untuk Penumpang dan Kendaraan

18 April 2024 - 09:32 WIB

IMG 20240418 WA0001
Trending di Warta