Menu

Mode Gelap

Warta · 9 Des 2021 12:50 WIB

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular


					Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi. Foto: Zalfirega/kepripedia.com
Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, menyebutkan hingga saat ini COVID-19 varian Omicron atau B.1.1.529 belum terdeteksi di Kota Batam.

Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

ADVERTISEMENT

“Kuncinya tetap patuhi protokol kesehatan agar tak mudah terpapar virus. Selalu pakai masker dan jaga jarak, cuci tangan,” ujar Didi kepada kepripedia.

Didi menjelaskan, sejak varian baru itu muncul sebanyak 1.200 sampel telah dilakukan pemeriksaan dengan metode genome sequencing untuk membedakan varian Omicron dan varian lainnya.

Semua sampel dikirimkan ke laboratorium jejaring pemeriksa COVID-19 seperti Labkesda Jabar, Unpad atau LIPI.

Terakhir, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) mengirimkan sampel ke Jakarta pada 1 Desember 2021.

“Yang artinya belum ada hasil genom sequence yang keluar,” terang dia.

Didi mengungkapkan, model pemeriksaan sampel saat ini telah berubah. Di mana sebelumnya sampel yang positif dengan nilai CT dibawah 30 itu dikirim ke BTKL ke Litbangkes Jakarta.

“Namun karena ada varian baru ini semua sampel positif yang berasal dari luar negeri misalnya PMI atau WNA itu seluruhnya wajib dikirim ke Litbangkes tanpa memperhatikan nilai CT lagi,” tandasnya.

ADVERTISEMENT

Varian Omicron Cepat Menular dan Memiliki Gejala Berbeda

Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengungkapkan, ada perbedaan gejala antara yang terpapar Omicron dengan Delta dan varian lain COVID-19.

Dari laporan Kemenkes, orang yang terpapar Omicron cenderung tak mengalami hilangnya indra perasa atau penciuman seperti kasus-kasus sebelumnya, tetapi merasakan pegal-pegal dan sakit tenggorokan.

“Jadi dibandingkan dengan virus lain seperti Delta lebih cepat menular. Namun varian ini tidak mematikan,” kata Didi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya varian Omicron ini digolongkan ke dalam kategori variantof concern, karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain jenis lainnya.

“Hanya saja varian yang sudah terdeteksi di negara tetangga itu tidak mudah mematikan,” ungkapnya.

Kasus COVID-19 di Batam Tinggal 2 Orang

Berdasarkan data yang dirilis Satgas COVID-19 di Kota Batam, per 9 Desember 2021 total pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan hanya tersisa 2 orang.

ADVERTISEMENT

Dua pasien tersebut terletak di Kecamatan Lubuk Baja 1 orang dan Kecamatan Belakang Padang 1 orang. Kedua kecamatan ini saat ini masih berstatus zona kuning. Sedangkan kecamatan lainnya sudah berstatus zona hijau penyebaran COVID-19.

“Penyebaran di Batam kian hari menunjukkan zona hijau,” ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, belum lama ini.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan agar tak mudah terpapar virus corona. Agar semua wilayah di Batam menuju zona hijau dan tidak kembali menjadi zona kuning.

“Ini dampak virus ini sangat kita rasakan yang terimbas ke APBD kita. Nah, sekarang Batam sudah PPKM level 1, kita tetap harus pertahankan bersama,” tutup dia.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kebutuhan Hewan Kurban di Kepri Naik 10 Persen

24 Mei 2024 - 15:25 WIB

IMG 20240521 114318 11zon

Pemprov Kepri Usulkan 4.100 Tenaga Honorer Ikut Seleksi PPPK

24 Mei 2024 - 11:51 WIB

images 41

Pemkab Bintan Usulkan 46 Formasi CPNS dan 1.427 Formasi PPPK

24 Mei 2024 - 10:34 WIB

Ilustrasi seleksi CPNS

Jembatan Bukit Batu dan Parit Bugis Akan Dibangun Kembali

22 Mei 2024 - 14:25 WIB

IMG 20240522 WA0011 11zon

Polda Kepri Bangun Markas Terpadu di KEK Galang Batang

21 Mei 2024 - 17:46 WIB

IMG 20240521 WA0012 11zon

Kebun Warga di Karimun Diserang Wabah Ulat Bulu

21 Mei 2024 - 15:59 WIB

IMG 20240521 153916 11zon
Trending di Warta