Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 5 Sep 2023 22:02 WIB

16 Ribu Pengguna Manfaatkan Platform OCA untuk Efektivitas Komunikasi Bisnis


					Ilustrasi. Foto: Istimewa Perbesar

Ilustrasi. Foto: Istimewa

16 ribu pengguna aktif memanfaatkan platform COmni Communication Assistant (OCA) dalam aktivitas komunikasi bisnis.
Layanan OCA merupakan induk PT Telkom melalui Leap-Telkom Digital (Leap) dengan terus mengembangkan produk digitalnya.
Direktur Digital Business di Telkom Muhammad Fajrin Rasyid menyampaikan bahwa 16 ribu pengguna aktif di platform OCA, 190 verified account WhatsApp yang meliputi lebih dari 130 juta traffic WhatsApp di dalamnya.
“Selain itu, hingga Juli 2023 terdapat lebih dari 8,5 juta pesan yang dikirim melalui OCA, tumbuh lebih dari 12% secara year on year,” ujarnya, Selasa (5/8).
Pencapaian tersebut tentunya tidak terlepas dari nilai lebih yang membedakan OCA dari omnichannel lainnya.
Omnichannel OCA dilengkapi dengan teknologi Communications Platform as a Service (CPaaS) yang mengacu pada platform berbasis cloud dengan menyederhanakan integrasi layanan komunikasi omnichannel menggunakan teknologi API seperti yang ada di WhatsApp Business API.
Selain itu, perubahan model bisnis terbaru WhatsApp dapat memudahkan pengguna karena biaya yang dikenakan menyesuaikan kebutuhan bisnis.
OCA sebagai platform penyedia layanan WhatsApp Business API turut menerapkan perubahan mengikuti kebijakan WhatsApp untuk memudahkan pelanggan menjalankan bisnis sesuai kebutuhan. Saat ini, biaya yang dikenakan berdasarkan empat kategori pesan, yakni Authentication, Marketing, Utility, dan Service.
“OCA sudah melakukan penyesuaian pada layanan WhatsApp Business API yang membuat perusahaan dapat mengatur biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Dengan begitu, alokasi anggaran perusahaan lebih efektif dan efisien. Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Telkom untuk mempercepat implementasi ekosistem digital di sektor usaha dengan memberikan pelayanan terbaik,” sebut Fajrin.
Dijelaskan, salah satu pengguna yang telah merasakan manfaatnya adalah Bank Syariah Indonesia Maslahat (BSI Maslahat). Dengan layanan OCA, BSI Maslahat dapat menjalankan komunikasi bisnisnya lebih maksimal.
“Kalau sebelumnya mengirim informasi ke donatur via WhatsApp secara manual satu per satu dan membutuhkan waktu hingga lima hari, dengan OCA satu kali klik pesan langsung terkirim kepada sepuluh ribu kontak. Layanan OCA menjadi solusi kami dalam menyosialisasikan program kepada donatur, stakeholder, dan masyarakat,” timpal Direktur BSI Maslahat, Risyad Iskandar.
Melalui platform OCA, Telkom berupaya dapat mengakselerasi pemanfaatan teknologi digital bagi seluruh perusahaan di Indonesia dengan menyederhanakan layanan komunikasi yang ada di perusahaan.
Diharapkan komunikasi perusahaan bisa lebih terpusat dan real-time sehingga pelayanan yang diberikan perusahaan kepada konsumennya lebih efektif dan efisien, dan ekosistem digital Indonesia dapat segera terwujud.
Informasi lebih lanjut mengenai perubahan layanan WhatsApp Business API yang ada di OCA dapat dilihat melalui https://ocaindonesia.co.id/. Tidak hanya OCA, Leap juga memayungi berbagai produk dan layanan digital lain dari Telkom yang dapat dilihat melalui tautan https://leap.digitalbisa.id/#products.
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pelaku IKM di Bintan Meningkat 3 Kali Lipat

16 April 2024 - 17:17 WIB

Ilusstrasi Industri Kecil Menengah IKM

Warga Serbu Gerakan Pasar Murah di Stadiun Badang Perkasa Karimun

1 April 2024 - 13:12 WIB

IMG 20240401 085130 11zon

LKPj APBD Bintan 2023: Pendapatan Capai Target, IPM dan Angka Kemiskinan Menurun

29 Maret 2024 - 13:24 WIB

IMG 20240329 WA0009 resized 20240329 064717782 11zon

Disperindag Karimun Gelar Operasi Pasar di Teluk Uma: Harga Gas 3 Kg Hanya Rp 20 Ribu

19 Maret 2024 - 13:29 WIB

IMG 20240319 WA0004 11zon

BPR Bintan Berikan Dividen Rp 1,8 Miliar ke Pemkab Bintan

14 Maret 2024 - 22:33 WIB

Direktur Utama Perumda BPR Bintan Radhiah Razak

H-1 Ramadhan 1445 H, Stok Cabai Merah Pedagang di Pasar Puan Maimun Karimun Habis

11 Maret 2024 - 16:51 WIB

Pedagang cabai di Pasar Baru Tanjungpinang
Trending di Ekonomi Bisnis