Menu

Mode Gelap

Warta · 2 Jun 2022 20:20 WIB ·

Ansar dan Rafiq Jemput Bola ke Kemenhub, Gesa Perpanjangan Bandara Karimun


 Ansar dan Aunur Rafiq menemui Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: Istimewa Perbesar

Ansar dan Aunur Rafiq menemui Menhub Budi Karya Sumadi. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, bersama Bupati Karimun, Aunur Rafiq, menemui Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (2/6).

Adapun agenda keduanya dalam rangka melakukan koordinasi terkait pengembangan bandar udara dan pembangunan pelabuhan Malarko di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

ADVERTISEMENT
advertisement

Ansar menjelaskan, untuk pembenahan bandara Karimun masih dibutuhkan anggaran sebesar Rp 180 miliar.

Sedangkan, saat ini anggaran yang baru terkumpul sebesar Rp120 miliar dari Kemenhub. Sementara, Pemprov Kepri mengalokasikan Rp10 miliar melalui APBD untuk pembebasan lahan dan perpanjangan landasan bandara.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Kita harap semuanya lancar. Pokoknya kita tidak akan bosan untuk terus datang ke pusat untuk menanyakan perkembangan apa yang kita minta. Ini semua agar perekonomian Kepri bisa berkembang merata dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Menurutnya, saat ini panjang landasan bandara karimun hanya 1.600 meter. Dengan anggaran yang dialokasikan tersebut akan menambah panjang minimal hingga 2 ribu meter.

ADVERTISEMENT

Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan koordinasi pinjam pakai kawasan hutan yang ada untuk perpanjangan bandara dimaksud.

Ansar menyebut, suatu daerah akan sulit berkembang jika akses keluar dan masuknya masih belum memadai. Minimal harus ada bandara yang layak di satu daerah, bandara yang bisa untuk mendarat boeing 73

“Jalur penerbangan Tanjungpinang-Karimun dan Pekanbaru segera dibuka, dan tentunya dengan membuka jalur penerbangan Wings Air. Hal ini mengingat arus perjalanan orang sudah semakin membaik,” ungkap Ansar.

ADVERTISEMENT

Sementara untuk pelabuhan Malarko, lanjut Ansar, saat ini sedang dalam tahap design penataan pelabuhan kontainer. Karena, posisi Karimun sangat strategis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura serta dekat juga dengan kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Kedua Provinsi ini saling membutuhkan bahan kebutuhan pokok.

“Karimun sendiri memiliki potensi pengembangan bidang kemaritiman yang memiliki peluang investasi sangat besar, dan sekarang banyak investor yang ingin berinvestasi didalamnya. Peluang ini harus kita tangkap,caranya dengan mempermudah akses itu tadi,” ujar Ansar.

Setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ansar dan Rafiq, bergegas ke kantor Kemenko Perekonomian RI.

ADVERTISEMENT

Disana Gubernur Ansar diterima oleh Deputi VI Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Ir. Wahyu Utomo

Disini Gubernur ansar menjelaskan jika sebagai daerah yang terintegrasi dengan FTZ, Karimun sangat membutuhkan adanya fasilitas bandara yang memadai. Saat ini bandara di Karimun belum bisa disinggahi pesawat berbadan besar, sehingga perlu di perpanjang.

“Kita berharap hingga akhir 2023 nanti bandara Karimun sudah bisa disinggahi pesawat yang besar. Dengan demikian, saya yakin perekonomian akan hidup,” jelas Gubernur.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 22 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Daftar Pemilih di Kepri per Juni 2022 Bertambah 1.947 Orang dari DPT 2020

6 Juli 2022 - 20:23 WIB

Karimun Dapat Suplai 75 Ekor Sapi dari Natuna untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban

6 Juli 2022 - 14:15 WIB

Ini Jadwal Pemutihan Pajak Kendaraan di Batam

6 Juli 2022 - 13:42 WIB

HUT Bhayangkara ke-76, Ansar Berharap Kepri Semakin Kondusif

6 Juli 2022 - 12:17 WIB

28 Guru di Bintan Diberi Promosi, Naik Jabatan Jadi Kepala Sekolah

6 Juli 2022 - 11:38 WIB

Dana Pinjaman PT SMI Belum Cair, Sekdaprov: Sudah Diajukan, Cairnya Bertahap

6 Juli 2022 - 11:30 WIB

Trending di Warta
advertisement