Menu

Mode Gelap

Warta · 22 Jul 2022 19:20 WIB

Ansar Kesal Rahma Enggan Serahkan Anjung Cahaya untuk Pembangunan Gedung LAM Kepri


					Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Dok Diskominfo Kepri Perbesar

Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Foto: Dok Diskominfo Kepri

Hubungan antara Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, dikabarkan memanas. Hal itu disinyalir karena Pemko Tanjungpinang belum mau meyerahkan lahan Anjung Cahaya, Tepi Laut untuk dijadikan lokasi pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) yang rencana akan dibangun Pemprov Kepri tahun ini.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyayangkan sikap Wali Kota Tanjungpinang atas persoalan tersebut. Padahal, di awal perencanaan Pemko Tanjungpinang sudah menyetujui dan akan mengizinkan lokasi tersebut dibangun Gedung LAM Provinsi Kepri.

ADVERTISEMENT

“Awal-awal kita sudah sepakat, tapi berubah lagi. Sementara, kita sudah mau bangunan Gedung LAM di lokasi itu,” ungkapnya kesal saat ditemui di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (21/7) malam.

Dijelaskan Ansar, pembangunan Gedung LAM Kepri merupakan bagian dari proyek pendukung penataan kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang. Karena, selain memperindah wajah ibukota proyek penataan ini juga akan mengakomodir peningkatan ekonomi di kawasan tersebut.

“Kita ingin mengembangkan ini tujuannya agar wajah Kota Tanjungpinang lebih cantik, lebih menarik dan ada nilai ekonomi bagi masyarakat Tanjungpinang nantinya,” katanya.

Oleh karena itu, diharapkan kerjasama Pemko Tanjungpinang agar Pembanguan tersebut bisa direalisasikan. 

ADVERTISEMENT

Dengan memberikan pemahaman kepada para pedagang di kawasan tersebut, saat proses pembangunan mereka akan dipindahkan sementara ke lokasi yang sudah disediakan oleh Pemprov Kepri. 

Karena, jika akau sudah terbangun melalui anggaran APBD 2023 nanti, dengan fasilitas yang lebih baik dan representatif, barulah para pedagang dipindahkan dari lokasi sementara ke lokasi yang permanen. 

Bahkan, pengelolaannya jug akan diserahkan kepada Pemko Tanjungpinang agar bisa dikelola BUMD dan menjadi pendapatan daerah. 

ADVERTISEMENT

“Maka, kita minta dengan beliau (Wali Kota) kalau kumpulkan pedagang bawa juga kita di provinsi. Supaya kita bisa juga menjelaskan, jangan begitu caranya mencari simpati. Saya juga lama memimpin, sebaiknya sama-sama kita membangun kota,” tutur Ansar.

Gubernur menyebut, pihaknya akan mengutus tim untuk menemui Wali Kota Tanjungpinang untuk memastikan lahan Anjung Cahaya tersebut, Ia berharap, Pemko Tanjungpinang mau bekerjasama dan mengerti, sehingga tidak menghambat pembangunan yang bermanfaat dan menguntungkan di daerahnya. 

“Kalau beliau minta aset kita penuhi, jangan ketika kita membangun di daerah pemerintahannya malah tidak ada kerjasama. Tapi jika beliau jug masih tidak mengizinkan, maka kita tidak akan melakukan Pembanguan di kawasan Anjung Cahaya,” demikian Ansar. 

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

ADVERTISEMENT
advertisement BP 1
Baca Lainnya

Angin Puting Beliung Hantam Rumah Warga di Sagulung, Batam

22 September 2023 - 18:47 WIB

64dc55772c4b2

Bea Cukai Kepri-Riau Amankan Ratusan Ribu Benih Lobster Selundupan

22 September 2023 - 13:47 WIB

IMG 20230921 WA0024 11zon

Pihak RSUP RAT Tanggungjawab, Kasus Malapraktik Berujung Damai

20 September 2023 - 16:44 WIB

RSUP Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang

DPRD Lingga Gelar Paripurna Bahas APBD Perubahan 2023, Begini Hasilnya

19 September 2023 - 19:12 WIB

WhatsApp Image 2023 09 19 at 18.27.58

APBD Perubahan 2023 Kepri Disahkan Rp 4,459 Triliun

19 September 2023 - 17:40 WIB

Pengesahan APBD Perubahan 2023 Kepri

Proyek LRT di Batam Masuk Tahap Studi Kelayakan

19 September 2023 - 11:34 WIB

Ilustrasi LRT Batam
Trending di Warta