BPNB Kepri Gandeng Parasnews Produksi Film Tradisi Tambelan ‘Minang Aek’

Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng jurnalis pelajar Tambelan Parasnews memproduksi film tentang tradisi masyarakat Tambelan, “Minang Aek”.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan keterlibatan Parasnews dan adik-adik dari SMAN 1 Tambelan. Keterlibatan dan dukungannya sangat membantu lancarnya proses produksi film dokumenter Minang Aek,” kata Pamong Budaya BPNB Provinsi Kepri, Jauhar Mubarok, Selasa (18/10).

ADVERTISEMENT

BPNB Provinsi Kepri bersama tim juga turut bersyukur antusias kepada masyarakat Tambelan yang telah mendukung proses produksi film, mulai dari pengumpulan data, penggunaan atribut, peran, hingga syuting di beberapa lokasi.

“Masyarakat Tambelan sangat ramah, dan terbuka kepada kami selama proses produksi berlangsung beberapa hari di Tambelan, sehingga proses film berjalan lancar,” tuturnya.

Menurut Jauhar, kehadiran BPNB Provinsi Kepri di Tambelan adalah untuk mengabdikan tradisi yang sekarang tidak pernah lagi dilakukan oleh masyarakat Tambelan tersebut.

Melalui film dokumenter ini BPNB Provinsi Kepri berupaya melakukan pengarsipan dan atau pelindungan terhadap budaya yang dimiliki masyarakat.

“Manfaat pembuatan film ini juga, sebagai arsip atau dokumentasi kebudayaan. Supaya kita atau anak cucu kita dapat mengetahui bahwa di Tambelan (dulu) ada tradisi  semacam ini, dan agar masyarakat mengetahui Tambelan punya tradisi tersebut,” tuturnya.

Melihat hasil syuting dari sejumlah keterangan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pelaku “Minang Aek” itu sendiri, bahwa tradisi tersebut merupakan suatu konsep kesejajaran antar makhluk hidup, saling hormat-menghormati. Bahwa di dunia ini yang makhluk hidup bukan hanya manusia, tanaman, dan binatang. Selain itu juga ada makhluk yang tak kasat mata yang menghuni pada tempat-tempat tertentu.

“Bukan berarti manusia tunduk, tapi lebih pada menghormati keberadaan makhluk yang juga hidup berdampingan dengan manusia,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

Jauhar menyimpulkan bahwa belajar dari tradisi “Minang Aek” ini makna penghormatan dan penjagaan terhadap alam maupun lingkungan. (AMD)


Penulis: | Editor: Redaksi


TAGGED:
Share This Article