Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 25 Sep 2022 08:47 WIB

Eks Walpri Gubernur Kepri Merasa Jadi Kambing Hitam di Kasusnya


					Istri Andika bersama dengan kuasa hukumnya saat jumpa pers Perbesar

Istri Andika bersama dengan kuasa hukumnya saat jumpa pers

Bekas Pengawal Pribadi (Walpri) Gubenur Kepri Ansar Ahmad, Andrica Ricora Ginting melalui kuasa hukumnya merasa dijadikan kambing hitam oleh oknum pelaku yang menangkapnya.

“Kami meminta Polda Kepri memeriksa orang yang pertama kali menemukan barang haram tersebut. Kami duga klien kami seolah menjadi kambing hitam,” ungkap kuasa hukumnya Ismail, SH kepada wartawan dalam konferensi pers di Nagoya, Jumat (23/9).

ADVERTISEMENT

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang dituangkan dalam fakta persidangan bahwa Helmi dan Syamsir Ode mengakui pertama kali menemukan sabu tersebut.

“Jadi yang pertanyaan kami kenapa tidak melaporkan ke pihak yang berwajib? Malah memberikan ke terdakwa lain yakni Maskum yang bukan anggota Polri. Apa alasannya,? tanyanya.

Akibat itu, kliennya tengah menjadi terdakwa dengan tuntutan JPU terancam 20 tahun penjara. Gara-gara ini Istri dan anak Andrica dibuat menderita oleh mereka.

“Kami berharap Polda Kepri memeriksa dua orang tersebut serta berharap tidak ada penyimpangan hukum dalam kasus ini. Apabila keduanya sudah menyerahkan ke polisi sejak awal, maka tidak akan seperti ini,” kata dia.

Menurut Ismail, tindakan keduanya pun telah melanggar ketentuan Pasal 131 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, setiap orang yang mengetahui terjadinya tindak pidana narkotika wajib melaporkannya kepada pihak yang berwajib’ sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Oleh karena itu, ia kembali meminta sumber pertama yang menemukan barang di pantai tersebut harus diungkap secara tuntas. Ia juga mengeklaim bawa kliennya tidak punya hubungan khusus dengan dua orang itu yang status saksi dalam persidangan.

“Klien saya sebatas mengetahui dan berniat untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun, bagi kliennya menjadi reward untuk dia melanjutkan sekolah perwira. Tapi malah ditangkap dan sekarang jadi terdakwa. Yang menjadi keberatan kami, barang yang dititipkan sama klien kami, malah membuatnya jadi tersangka,” paparnya.

ADVERTISEMENT

Untuk mencari keadilan, lanjut dia, pihaknya tak segan untuk mengirimkan surat ke Polda Kepri, Kapolri, hingga Divisi Propam Polri dan Menkopolhukam serta Presiden Jokowi untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Kami minta dua orang tersebut diperiksa oleh polisi. Seharusnya dihukum dan dapat ganjar,” tegas dia.

Pertengahan jumpa pers telepon genggam kuasa hukum berdering. Telepon itu datang dari Andrica hingga memberikan klarifikasi ke awak media.

ADVERTISEMENT

Di balik ujung telepon ia membantah jika dituduh memiliki narkotika jenis sabu seberat seberat 5.172,11 gram.

“Apa maksudnya ini, saya minta pimpinan bisa ikut menyelesaikan permasalahan ini. Jadi tidak ada simpang siur terkait informasi yang beredar. Saya tidak terima apa yang disebut oleh jaksa (dalam persidangan),” tegas Andrica samar-samar saat ditelepon oleh kuasa hukumnya, Ismail, SH, Rindo Ahyani Manurung, SH, serta Repiton Manao, SH.

Sementara itu Istri Andrica mengaku, sejumlah prestasi pernah ditorehkan oleh Andrica. Salah satunya saat diutus sebagai polisi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

ADVERTISEMENT

Hal itu diungkapkan langsung istri mantan Walpri Gubenur Kepri Lola Fauziah kepada wartawan.

“Makanya, saat mendapat informasi mengenai sabu yang dititipkan ke Maskum oleh Helmi dan Syamsir Ode, dia berharap bisa mendapat reward jika melaporkan ke polisi,” kata wanita berhijab itu.

Nora mengaku belum pernah menjenguk keluarganya sejak proses hukum terhadap sang suami bergulir. Ia pun tidak terima jika suaminya dituntut 20 tahun bui karena tersandung kasus narkoba.

“Saya yakin jika suaminya hanyalah korban dalam kasus tindak pidana narkoba yang tengah bergulir di meja hijau,” keluh dia.

Ibu tiga anak tersebut menjelaskan jika perkara ini betul-betul berdampak signifikan kepada keluarganya. Jika di rumah dirinya dengan terpaksa berbohong ke anak, kalau Andica masih bertugas di luar.

“Anak-anak saya bahkan mengira bapaknya sedang bertugas ke beberapa daerah,” kata dia.

“Saya minta betul-betul Polda Kepri mencari asal usul dari mana sabu itu. Kenapa harus berantai seperti ini, sehingga korban suami saya. Maksud suami mau melaporkan ke pimpinan tapi kejadian tidak seperti itu,” imbuh dia.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Keluarga Mendiang Halimah hingga Kini Belum Terima Hasil Autopsi

29 Februari 2024 - 10:06 WIB

IMG 20240219 WA0015 11zon

Keluarga Halimah Diperiksa POM TNI AD Karimun Selama 3 Jam, Didampingi Kuasa Hukum

29 Februari 2024 - 07:32 WIB

IMG 20240229 WA0001 11zon

Sindikat Curanmor di Tanjungpinang Diringkus Polisi

26 Februari 2024 - 13:46 WIB

IMG 20240226 112753 241 11zon

Kasus Kematian Janda Muda di Karimun Dilimpahkan ke Polisi Militer

24 Februari 2024 - 10:34 WIB

IMG 20240220 WA0001 11zon

Satgas Anti Mafia Bola Polri Serahkan 4 Tersangka Judi Online ke Kejari Batam

22 Februari 2024 - 17:51 WIB

Tersangka judi online bola diserahkan ke Kejari Batam

3 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Ditetapkan DPO, Ini Ciri-cirinya

22 Februari 2024 - 16:33 WIB

2 dari 3 DPO pelaku pengiriman PMI Ilegal ke Malaysia
Trending di Hukum Kriminal