(Disclaimer: Tindakan dalam muatan artikel ini tidak untuk menginspirasi siapa pun. Segera konsultasikan ke diri ke klinik layanan kesehatan mental, psikiater, dan psikolog apabila memiliki kencenderungan pemikiran untuk melakukan aksi bunuh diri).
Seorang pria berinisial JA nekat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan melompat dari jembatan penyeberangan orang (JPO) di jalan Ahmad Yani (kolong), Sungai Lakam, Karimun, Minggu, 17 Agustus 2025.
Kejadian ini diketahui sekitar pukul 20.55 WIB. Namun, aksi nekat pria itu berhasil dicegah oleh warga bersama polisi yang langsung ke lokasi jembatan.
Warga dan polisi berupaya membujuk pelaku untuk tidak melompat namun ia terus menolak. Hingga upaya dilakukan dengan merobek atap membran pada jembatan lalu menarik kakinya.
Salah seorang warga sekitar, Dede, mengatakan JA sebelumnya sempat terlihat sedang duduk di atas anak tangga bersama dengan satu orang temannya tengah mengkonsumsi minumam alkohol tradisional (tuak).
“Saya pergi balik ke rumah, ada nampak dia dengan temannya sedang bawa minuman tuak duduk di tangga. Waktu saya kembali sudah ramai katanya coba bunuh diri,” ungkap Dede yang juga memiliki warung tepat di bawah lokasi jembatan penyeberangan.
Setelah berhasil dicegah warga, JA langsung diamankan ke kantor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah di bawah kantor Polisi oleh warga,” katanya.
Sementara Paman JA, Kepong, menyebutkan keponakannya itu diduga mengalami frustasi karena permasalahan rumah tangga. Sang istri meninggalkannya bersama satu orang anak.
“Biasa masalah keluarga. Jadi dia pisah dengan istrinya sehingga mungkin frustasi,” jelasnya.
Bahkan, kata dia, JA kerap menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan setiap hari.
“Setiap hari mabuk, kami juga sudah kehabisan cara untuk menasehatinya,” ungkapnya.