Menu

Mode Gelap

Warta · 22 Feb 2023 13:02 WIB

Isu Wacana Impor Ikan di Tengah Stok Ikan di Batam Masih Melimpah


					Ketua Muda Nelayan Kepri, Eko Fitriandi dan Ketua Komisi II DPRD Kepri Sidak ke gudang ikan di jembatan II Barelang Batam, Selasa (21/2). Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ketua Muda Nelayan Kepri, Eko Fitriandi dan Ketua Komisi II DPRD Kepri Sidak ke gudang ikan di jembatan II Barelang Batam, Selasa (21/2). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Seorang pemilik gudang ikan di Jembatan dua Barelang, Batam, T memastikan kebutuhan pasokan ikan tercukupi bahkan hingga satu tahun ke depan. 

Hal itu diungkapkan pasca inspeksi mendadak (sidak) oleh Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, Senin (21/2). 

ADVERTISEMENT

“Ini stok kita tidak akan putus hingga setahun kemudian. Kapal sudah berangkat ke laut, dari mana akan kosong,” ujar T pada kepripedia

Menurut dia, selama kapal tangkap masih melaut, maka distribusi ikan masih tercukupi dan tidak akan terjadi kendala. Sementara ini di gudang penampungan masih ada stok 500 ton.

“Jangan impor selalu, pak Joko Widodo (Presiden RI) aja marah impor selalu. Masa laut kita yang luas, tak bisa kita ambil buat makan sendiri,” ujarnya. 

Ia menduga isu kekosongan stok ikan di Batam yang berseliweran di media sosial. Membuat pemerintah berwacana mengimpor ikan benggol dan mata besar ke Batam. 

“Itu ada oknum, yang tidak punya modal impor bekerja sama dengan pemerintah. Tadi DPRD sudah lihat ikan tidak akan putus dan masih ada stok buktinya,” kata dia. 

Di tempat terpisah Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin menduga ada permainan ikan benggol di Batam. Hal itu setelah dirinya melihat langsung stok ikan tercukupi di salah satu gudang ikan yang terletak di jembatan dua Barelang. 

“Stok ikan itu masih ada 500 ton di Batam. Kelihatannya ada permainan di sini. Padahal di gudang cukup,” kata dia kepada wartawan. 

ADVERTISEMENT

Menurutnya, ikan yang ada saat ini adalah ikan hasil tangkapan para nelayan di Laut Natuna.

Kemudian, ikan tersebut dibawa ke sejumlah penampungan. Salah satunya di Jembatan 2 Barelang. 

“Matinya cuma sekali tapi yang kalau impor itu kita kan tidak tahu.  Nampaknya ada yang mau bermain,” tuturnya. 

ADVERTISEMENT

Dengan menguak wacana impor tersebut dia meminta pemerintah untuk tidak buru-buru dalam mengambil keputusan. 

“Silakan cek betul-betul ke gudang ikan dan jeli dengan fenomena ini. Betul-betul cek di lapangan,” ujar politisi PKS itu. 

Sebelumnya, isu yang beredar pemko Batam berencana untuk mengimpor ikan di luar negeri ke Batam karena diisukan stok ikan menipis.

ADVERTISEMENT

Wacana ini pun dianggap tidak berpihak kepada nasib nelayan tradisional dan hanya menguntungkan sejumlah pengusaha. 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Cegah Perpecahan Jelang Pilkada 2024, Bupati Rafiq Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

19 Juli 2024 - 12:14 WIB

IMG 20240719 WA0001 11zon

Imigrasi Kelas II TPI Tanjungbalai Karimun Gelar Sosialisasi TOC, Ini Tujuannya

18 Juli 2024 - 13:20 WIB

IMG 20240718 WA0014 11zon

Kasi Pidsus Kejari Karimun dan Kacabjari Tanjungbatu Resmi Berganti

15 Juli 2024 - 12:31 WIB

IMG 20240715 WA0032 11zon

Razia Kendaraan di Bintan Dimulai Hari Ini, 7 Prioritas Pelanggaran Bakal Ditindak

15 Juli 2024 - 11:59 WIB

IMG 20240715 WA0029 11zon

Kesultanan Riau-Lingga Anugerahi Gelar Adat Dato’ Perdana Satya Buana ke Kapolda Kepri

15 Juli 2024 - 10:13 WIB

Kapolda Kepri Yan Fitri terima gelar adat

Polres Karimun Gelar Operasi Patuh Seligi hingga 14 Hari ke Depan, Berikut Sasarannya

15 Juli 2024 - 09:58 WIB

IMG 20240715 WA0011 11zon
Trending di Warta